detikfinance

Rahasia Korea Utara Mengumpulkan Uang Berdasarkan Data CIA

Wahyu Daniel - detikfinance
Rabu, 10/04/2013 07:37 WIB
Rahasia Korea Utara Mengumpulkan Uang Berdasarkan Data CIA
Jakarta -Saat ini Korea Utara sedang ramai dibicarakan atas ancamannya meluncurkan senjata nuklir ke wilayah Guam, AS. Banyak orang bertanya-tanya, bagaimana negara berpaham Komunis yang terisolasi ini mengumpulkan uangnya?

Berikut sedikit penjelasan soal sumber pendapatan negara Korea Utara yang dikutip dari CNN, Selasa (10/4/2013).

Menurut CNN mengutip informasi dari CIA, secara keseluruhan, kondisi perekonomian di Korut tidak baik. Ekonomi Korut merupakan satu-satunya ekonomi yang terisolasi dan menghadapi masalah kronis.

"Permodalan industri di Korut harus diperbaiki karena investasi yang rendah, suku cadang yang menua, serta minimnya perawatan. Besarnya kekuatan militer memerlukan pendanaan yang besar juga, namun pendanaan untuk militer ini menggerus kebutuhan investasi dan konsumsi masyarakat," demikian hasil laporan CIA tersebut.

Data-data tersebut menyatakan, OECD mencatat pada 1999 pendapatan per kapita Korut di 2011 adalah US$ 1.800, dengan pertumbuhan ekonomi 0,8%. Namun PBB mempunyai data berbeda, menurut PBB pendapatan per kapita Korut di 2011 adalah US$ 506 dengan pertumbuhan ekonomi -0,1%.

Angka ini memang jauh dibandingkan saudaranya yaitu Korea Selatan yang pada 2011 pendapatan per kapiranya US$ 31.700, dengan pertumbuhan ekonomi 3,6%.

Lalu apa yang menjadi pendapatan utama Korut?

Data-data CIA tersebut menyatakan, Korut meraup pendapatan dari industri militer, mesin, litrik, kimia, pertambangan, metalurgi, tekstil, makanan, dan pariwisata.

Namun yang menjadi komoditas ekspor utama Korut adalah pertambangan, manufaktur, tekstil, pertanian, dan perikanan. Sementara yang menjadi komoditas impor utama negara yang dikepalai oleh Kim Jong-un ini adalah minyak, batubara, mesin, dan tekstil.

Namun ternyata menurut data pemerintah Korea Selatan, Korut juga melakukan perdagangan dengan negara saudaranya tersebut dengan nilai US$ 1,7 miliar di 2011.

Selain Korea Selatan, yang menjadi partner dagang Korut adalah China. Menurut data CIA, sebanyak 67,2% ekspor Korut adalah ke China, dan 61,6% barang-barang impor di Korut berasal dari China pada 2011 lalu. India juga tercatat menerima barang ekspor dari Korut.

Profesor Jim Hoare dari Universitas London menyatakan, Koreal Selatan menjadi partner utama perdagangan Korut, demikian juga dengan China.

"Banyak barang-barang asal China di seluruh penjuru Korut. China juga memasok minyak dan makanan, dan semuanya mulai bus hingga toilet," ujar Hoare.

Bagaimana standar hidup masyarakat Korut?

Menurut data UNICEF di 2011, sebanyak seperempat rakyat Korut atau sekitar 6 juta orang menderita kekurangan pangan. Dari jumlah tersebut, sebanyak satu juga orang merupakan balita. Menurut UNICEF, Korut memang dilanda krisis pangan karena isolasi politik dan ekonomi, serta perubahan iklim yang terjadi.

AS pernah menghentikan bantuan pangan untuk Korut di 2009, setelah negara ini menolak untuk menghentikan program nuklirnya. Pada Maret 2012, pemerintah Korut di ibukota Pyongyang setuju untuk mengurangi kegiatan nuklir dan roketnya, sehingga mendapatkan bantuan pangan 240 ribu metric ton dari AS.

Namun Korut kembali mengumumkan uji coba roketnya, sehingga bantuan kembali gagal dikirim.

Perekonomian Korut memang didasarkan oleh industri-industri berat. Awalnya ekonomi Korut mendapatkan bantuan dari Uni Soviet. Namun sejak Soviet runtuh, ekonomi Korut pun mulai ikut jatuh. Listrik pun susah didapatkan di negara tersebut, kondisi ini menjadi salah satu penyebab Korut mengembangkan program nuklir.

Sejak Korut melakukan uji coba nuklir di 2006, PBB mejatuhkan sanksi dengan membekukan aset-aset Korut yang memiliki nilai ekonomi. PBB juga melarang pengiriman barang-barang mewah ke Korut.

Dikatakan data CIA, rakyat Korut sering terlibat dalam penyelundupan obat-obat terlarang, seperti heroin dan methaphetamine. Disebutkan, banyak warga Korut yang menderita ketergantungan narkotika. Benarkah data tersebut?

(dnl/ang)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Ini Investasi yang Cocok Saat Imlek Senin, 08/02/2016 11:00 WIB
    Ini Investasi yang Cocok Saat Imlek
    Anda bisa mengandalkan feng shui untuk berinvestasi setelah Imlek di tahun monyet api, tapi bisa juga memakai data. Investasi seperti apa yang menarik saat Imlek?


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut