detikfinance

Mitos dalam Bisnis Properti

Lokasi Tusuk Sate Justru Bagus untuk Tempat Bisnis

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Jumat, 12/04/2013 12:43 WIB
//images.detik.com/content/2013/04/12/1016/124559_apartemen03luar.jpg
Jakarta -Lokasi tusuk sate kerap dihindari oleh para pengembang properti namun patokan tersebut tak sepenuhnya sama. Ada yang beranggapan lokasi tusuk sate hanya tak cocok untuk hunian terutama landed house (rumah tapak), sementara untuk tempat bisnis justru sangat strategis.

Menurut Direktur Marketing PT Buana Usaha Nusantara selaku tim marketing apartemen The Bellevue Radio Dalam, Jakarta Selatan mengatakan, lokasi tusuk sate memang diyakini oleh sebagian orang sebagai lokasi ‘terlarang’ yang harusnya dihindari dalam bisnis properti. Namun ia menegaskan mitos tersebut tidak berlaku untuk bisnis propertinya. Apartemen The Bellevue berlokasi di pertigaan Jl H Nawi, Radio Dalam, persisi di titik tusuk sate.

"Kalau untuk rumah memang jelek kalau tusuk sate tapi kalau untuk bisnis bagus karena bisa terlihat dari segala arah karena persimpangan dan lebih lagi selling point saya adalah yang namanya hotel adalah lokasinya tidak jauh dari pusat keramaian, ya seperti kondotel ini," kata Reni kepada detikFinance, di kantornya, di Radio Dalam, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2013).

Menurut Reni, untuk sebagian orang lokasi seperti ini memang sangat dihindari. Mereka menganggap dengan mendirikan bangunan di lokasi tusuk sate akan berdampak buruk terhadap bangunan tersebut.

"Untuk rumah pengaruh tapi bisnis nggak. Karena ini mitos. Mungkin kalau untuk rumah akan berdampak jelek, jadi takutnya kalau ada mobil nyelonong, kemudian nabrak, keamanan agak kurang. Sebenarnya gini kalau secara prinsip nggak percaya tapi kalau untuk investasi oke-oke saja karena sebagian orang bisa menerima itu,” terangnya.

Ia menuturkan justru lokasi tusuk sate merupakan lokasi yang strategis sehingga bisa menarik perhatian orang banyak, artinya cocok buat lokasi bisnis. Apalagi, lokasi ini dekat dengan pusat keramaian seperti mal dan perkantoran.

“Contoh kalau kita ke luar kota atau luar negeri, kita pengen hotel yang dekat mal biar bisa jalan-jalan dan jalan kaki. Saya pikir Bellevue ini sudah memiliki kriteria itu dimana saya ke PIM tinggal jalan kaki atau nyebrang. Nanti ada Ranch Market itu dijadikan PIM (Pondok Indah Mal) III. Itu jadi sudah segitiga emas,” ungkapnya.

Meski berada di lokasi tusuk sate, ia mengatakan penjualan kondotel/apartemen Bellevue Radio Dalam hingga saat ini sudah mencapai 70%. Itu menunjukkan jika lokasi tusuk sate masih tetap diminati para investor atau konsumen.

“Saat ini terjual 70 persen karena apa yang kita tawarkan adalah kondotel sementara kondotel adalah bentuk properti yang bagus untuk diinvestasikan,” katanya.
(hen/hen)





Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut