detikfinance

Indonesia Air Asia Tambah 10 Airbus A320

Zulfi Suhendra - detikfinance
Rabu, 17/04/2013 10:37 WIB
Indonesia Air Asia Tambah 10 Airbus A320
Jakarta -PT Indonesia AirAsia terus berencana untuk mengembangkan bisnisnya. Tahun ini, perusahaan menambah 10 unit pesawat Airbus tipe A320.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Komersial PT Indonesia Air Asia, Bernard Francis kepada detikFinance di Gedung Equity Tower, SCBD, Jakarta, Selasa (16/4/2013).

"Tambahan kita 10 tapi kita sudah punya 3, mereka datang pada bulan Januari. 100% Airbus semua grup sampai akhir tahun ini 10 pesawat," kata Bernard.

Dengan demikian, awal tahun depan nanti, Indonesia AirAsia akan mengoperasikan 32 pesawat yang melayani 22 rute internasional dan 19 rute domestik, ditambah 3 rute yang akan dibuka tahun ini.

Sayangnya, dia tidak menyebutkan berapa harga 1 unit pesawat Airbus A320 ini. Dia mengatakan, itu merupakan wewenang dari atasannya, CEO AirAsia, Tony Fernandes.

"Harganya saya tidak tahu. Yang saya tahu kita merupakan pelanggan A320 terbesar di dunia. Jadi saya yakin, bos saya melakukan negosiasi yang baik soal harga. Harga pastinya hanya dia yang tahu," katanya.

Tak hanya di situ saja, perusahaan pun akan terus mengembangkan bisnisnya, termasuk dengan menambah beberapa armada baru tahun depan. Namun dengan catatan, bandar udara di Indonesia telah siap dengan segala infrastrukturnya.

"Rencana kita kalau infrastrukturnya kondusif, kita akan membeli lebih banyak pesawat. Kesempatan di Indonesia ini sangat besar. Mungkin kita akan menambah 10-15 atau bahkan 20 pesawat tahun depan. Dengan catatan tidak ada masalah, selama bandara bisa memberikan kami slot," tutupnya.

Ia juga mengaku mengaku masih menguasai pasar penerbangan internasional diantara semua maskapai penerbangan di tanah air. Dari seluruh maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia, AirAsia Indonesia menyumbang market share sebesar 40%.

"Dalam 3 tahun terakhir, Indonesia Air Asia international market share 40%, bahkan lebih besar dari Garuda," katanya.

Sangat berbeda jika dibandingkan dengan kontribusi perusahaan terhadap market share penerbangan domestik yang hanya menyumbang 3%.

"Domestik saat ini kita hanya menyumbang 3%. Tapi kita targetkan tahun ini dapat menembus 7%," jelasnya.

Dia mengatakan, alasan mengapa AirAsia Indonesia memiliki banyak penerbangan internasional ialah karena AirAsia Indonesia terhubung ke dalam grup AirAsia itu sendiri. Yang mana di negara-negara seperti Thailand dengan AirAsia Thai, Malaysia dengan AirAsia Malaysia dan AirAsia X, begitu juga dengan negara lainnya seperti Filipina dan Jepang Air Asia mempromosikan dan menghubungkan kota-kota di Indonesia dengan kota di negara-negara tersebut.

"Kenapa kita banyak di luar, karena sebagai group kita bisa mengembangkan pasar. Ketika Asia Thai melakukan promosi, mereka juga mempromosikan Jakarta, Medan, Surabaya," katanya.

Hingga saat ini, AirAsia Indonesia memiliki rute penerbangan internasional sebanyak 22 rute, sedangkan domestik hanya 19 rute.

"Untuk penerbangan internasional kita ada 22 penerbangan. Tapi untuk domestik kita baru 19 rute, di 6 hub kita," tutupnya.

Fokus Ke Penerbangan Luar Negeri

Indonesia AirAsia saat ini lebih banyak menerbangkan pesawatnya untuk rute internasional ketimbang domestik. Alasannya, karena pasar domestik saat ini sudah terlalu banyak pesaing.

Menurutnya, saat ini dari 6 hub yang dioperasikan Air Asia Indonesia, perusahaannya memiliki 22 rute internasional dan 19 rute domestik.

"Untuk penerbangan internasional kita ada 22 penerbangan. Tapi untuk domestik kita baru 19 rute, di 6 hub kita," kata Bernard.

"Kita tidak fokus di domestik," sambungnya.

Bernard mengatakan, meskipun AirAsia melihat Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar, perusahaan tidak terlalu fokus mengoperasikan rute untuk penerbangan domestik. Ditandai dengan market share AirAsia Indonesia yang hanya mencapai 3%.

"Kenapa domestik kita rendah, karena ada 20 maskapai penerbangan melakukan penerbangan domestik," katanya.

"Pemain di domestik, sangatlah banyak. Jadi di Indonesia kita sangatlah kecil. Tapi nggak apa-apa, kita berkomitmen untuk menambah banyak dan banyak lagi," imbuhnya.

Oleh karena itu, AirAsia Indonesia mencari peluang lain untuk penerbangan internasional yang notabene belum terlalu banyak maskapai penerbangan yang bermain, serta didukung oleh perusahaan AirAsia lain di beberapa negara.

"Market share kita di Internasional sudah 3 tahun paling besar, yaitu 40%. Jadi internasional airlines tidak banyak maskapai yang masuk, kita berkontribusi banyak," tutupnya.

(zul/ang)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Ini Investasi yang Cocok Saat Imlek Senin, 08/02/2016 11:00 WIB
    Ini Investasi yang Cocok Saat Imlek
    Anda bisa mengandalkan feng shui untuk berinvestasi setelah Imlek di tahun monyet api, tapi bisa juga memakai data. Investasi seperti apa yang menarik saat Imlek?


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close