detikfinance

Jika Pemegang Saham Tak Dapat Dividen, Saham Apple Bakal Terus Anjlok

Angga Aliya - detikfinance
Jumat, 19/04/2013 11:12 WIB
Halaman 1 dari 2
//images.detik.com/content/2013/04/19/6/110741_iphone.jpg
New York -Analis memperkirakan saham Apple masih bisa jatuh lagi dari posisinya yang saat ini sudah cukup rendah. Teurtama, jika dalam laporan kinerja kuangan pekan depan Apple tidak akan membagikan dividen kepada pemegang saham.

"Jika mereka (Apple) tidak mengumumkan adanya pembagian dividen pada laporan kinerja keuangan pekan depan, Anda bisa melihat sahamnya kembali merosot," kata Senior Manajer Portofolio dari AlphaOne Capital Partners kepada CNBC, Jumat (19/4/2013).

Ia menilai, saham Apple yang saat ini sudah berada di bawah US$ 400 per lembar masih bisa merosot lebih dalam lagi, sekitaf 20%. Padahal, posisi saat ini saja sudah anjlok 40% dari posisi tertingginya US$ 700 per lembar akhir tahun lalu.

"Dalam jangka pendek, jujur saja, hal yang sangat ditunggu-tunggu adalah pembagian dividen, ada keuntungan bagi para pemegang saham," jelasnya.

Selama ini, Apple menjadi perusahaan 'sombong' yang tidak pernah mau berbagi keuntungan dengan pemegang saham. Sejak alamarhum Steve Jobs memegang lagi kendali Apple, para pemegang saham belum pernah dapat bonus berupa dividen yang diambil dari laba perusahaan tersebut, meski produsen iPhone itu meraup laba fantastis.

Awal tahun ini, Apple sudah diprotes oleh banyak investornya gara-gara harga sahamnya yang terus anjlok. Menanggapi hal itu, CEO Apple Tim Cook memberikan sinyal bahwa produsen iPad itu sedang 'serius mempertimbangkan' untuk membagikan kas perusahaan ke pemegang sahamnya.

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat dini hari, saham Apple kembali terpangkas 10,75 poin (2,67%) ke level US$ 392,05 per lembar. Apple pun tak lagi memegang predikat sebagai perusahaan paling mahal di dunia. Next

Halaman 12
(ang/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut