detikfinance

Anggaran UN 2013 Setengah Triliun Rupiah Diblokir karena Kemendikbud Tak Tertib

Maikel Jefriando - detikfinance
Jumat, 19/04/2013 15:28 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/04/19/4/153244_un3.jpg
Jakarta -Pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan pemblokiran anggaran Ujian Nasional (UN) 2013 tidak bisa menjadi alasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait molornya penyelenggaraan Ujian Nasional (UN). Kemendikbud dianggap tak tertib dalam anggaran.

Anggaran diketahui senilai Rp 543 miliar atau setengah triliun rupiah lebih setara dengan biaya per siswa Rp 39.000 dari total 14 juta siswa.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anny Ratnawaty mengaku telah mewaspadai setiap Kementerian Lembaga (KL) termasuk Kemendikbud untuk tertib dalam mengelola anggaran. Itu dimulai dari pengajuan Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL)

"Kami selalu mengatakan KL untuk mentaati jadwal penyelesaian RKAKL, mengapa supaya saat Keppres diterbitkan seluruh proses dengan komisi sudah selesai," ungkapnya saat memaparkan kronologis proses pencairan blokir kegiatan UN tahun 2013, di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2013.

Menurutnya, setiap KL sudah diberikan keleluasaan agar Desember 2012 bisa melakukan tender proyek. Sehingga, ketika awal Januari pagu anggaran ditetapkan, KL sudah bisa menandatangani kontrak.

"Sementara Kemendikbud ini terlambat menyerahkan dan dikirimkan baru tanggal 11 Januari maka statusnya diblokir," jelasnya.

Dirjen Anggaran Heri Purnomo menambahkan, kondisi ini harusnya tidak terjadi. Apalagi dalam pemblokiran, Kemendikbud meminta perubahan pengajuan anggaran, seperti dengan menambah Rp 100,8 miliar untuk kegiatan UN.

"Ini kan kita sudah terus dorong, dan harusnya nggak terjadi pemblokiran," ujarnya.
(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 21/07/2014 17:45 WIB
    Bos Blue Bird Bicara Soal Kursi Ketua Hipmi
    Jumat (18/07/2014) lalu, detikFinance berkesempatan mewawancarai Bayu Priawan Djokosoetono, Bendahara Umum Hipmi. Bayu dikabarkan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum Hipmi selanjutnya.
  • Gb Minggu, 03/08/2014 18:18 WIB
    Ini Penyebab Klaim Asuransi Kecelakaan Tak Bisa Cair
    Beberapa kasus ada saja pemegang asuransi kecelakaan yang sulit mencairkan klaimnya. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan klaim asuransi kecelakaan sulit atau bahkan tak bisa cair.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut