detikfinance

Hadirnya Mobil Murah Menambah Kendaraan Pribadi yang Sedot BBM Subsidi

Zulfi Suhendra - detikfinance
Jumat, 19/04/2013 15:49 WIB
//images.detik.com/content/2013/04/19/1034/155204_agya.jpg
Jakarta -Pemerintah tengah meyiapkan regulasi dua harga BBM bersubsidi mulai Mei mendatang, antaralain BBM subsidi berharga Rp 6.500/liter. Disaat bersamaan akan meluncur mobil murah (LCGC) dipastikan menambah konsumsi BBM subsidi termasuk jenis yang rencananya seharga Rp 6.500/Liter, karena pemerintah memang akan menyediakannya.

Bagaimana tanggapan pejabat Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) soal risiko ini? Sementara kementerian perindustrian (Kemenperin) punya target meningkatkan investasi industri dalam negeri dan menciptakan nilai tambah dalam negeri dengan adanya LCGC.

"Kalau di bidang energi, kita menjamin ketersediaan BBM," ungkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Edy Hermantoro sata berbincang dengan wartawan di Setiabudhi One, Jakarta, Jimat (19/4/2013).

Seolah tak ingin terlalu banyak berkomentar, Edy mengungkapkan, walaupun regulasi mobil murah keluar dan semakin banyak lagi orang membelinya, tetap diharuskan mobil tersebut mengikuti peraturan untuk mengisi BBM dengan harga Rp 6.500. Meskipun, pemerintah tetap memberikan subsidi sebesar Rp 3.000/liter.

"Mereka kan tetap harus beli yang Rp 6.500. (Walaupun) itu kan memang masih ada unsur subsidi Rp 3.000," katanya.

(zul/hen)





Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Minggu, 21/12/2014 18:22 WIB
    Dari Tukang Kompor, Kamadjaya Jadi Bos Gula
    Presiden Direktur PT Gendhis Multi Manis Kamadjaya salah satu pengusaha gula yang mencoba berpikir di luar kebiasaan. Justru hal tersebut yang membawanya sukses.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close