detikfinance

Bank Dunia: Banyak Orang Tak Punya Jamban, Ekonomi Dunia Rugi Rp 2.470 Triliun

Wahyu Daniel - detikfinance
Sabtu, 20/04/2013 10:54 WIB
//images.detik.com/content/2013/04/20/4/105557_miskinbkkbnluar.jpg
Jakarta -Lembaga multilateral yaitu Bank Dunia menyebutkan, saat ini ada satu dari tiga orang di dunia yang tidak memiliki jamban. Kondisi ini membuat perekonomian dunia merugi US$ 260 miliar atau sekitar Rp 2.470 triliun per tahun. Kok Bisa?

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan, kondisi minimnya orang yang mempunyai jamban ini membuat sanitasi buruk di beberapa belahan dunia. Sanitasi yang buruk ini menimbulkan kerugian ratusan miliar dolar per tahun tersebut dari turunnya kondisi kesehatan, lingkungan, dan pariwisata.

"Kita harus memperbaiki sanitasi apabila kita bermaksud menghapus kemiskinan ekstrem di 2030 dan meningkatkan pendapatan dari 40% kalangan termiskin. Dampak dari sanitasi buruk merupakan inti dari berbagai hambatan yang dihadapi kaum miskin dalam upaya mencapai kesejahteraan,kesehatan, pendidikan, lingkungan, kesetaraan, dan harga diri," tutur Kim dalam siaran pers yang dikutip, Sabtu (20/4/20130.

Tanpa jamban, ujar Kim, banyak penduduk negara-negara berkembang membuang air besar di sungai atau ladang, tanpa sadar menyebarkan kuman-kuman penyakit diare yang merupakan penyebab kedua kematian balita. Kim mengatakan, diare menyebabkan kematian ribuan anak setiap hari.

Menurutnya, Bank Dunia kaan terys mebantu membenahi sanitasi di dunia ini. Pada 2011 lalu, Bank Dunia mengalokasikan US$ 4miliar untuk air bersih dan sanitasi di seluruh dunia.

(dnl/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut