detikfinance

Pabrik Senjata di Bandung

Punya Standar Belgia, Senjata SS1 Dibantah Mudah Rusak

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Senin, 22/04/2013 12:19 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/04/22/1036/122333_cam00355.jpg Foto: Feby/detikFinance
Bandung -PT Pindad (Persero) membantah kualitas senapan serbu tipe SS1 buatannya mudah rusak. Bahkan ditegaskan, tidak benar kalau laras SS1, mudah melengkung saat kondisi panas.

Kepala Departemen Produksi I Pindad, Diding Sumardi menjelaskan, Pindad menjamin kualitas senjatanya karena desain SS1 mengadopsi dan mengikuti lisensi senapan FN FNC dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia.

“Itu cuma informasi yang salah, nggak ada seperti itu. Kita sudah standar,” tutur Diding kepada detikFinance di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).

Diding menuturkan, SS1 dikembangkan oleh Pindad sudah sejak tahun 1988. Berangkat dari SS1, kemudian Pindad melakukan pengembangan senapan serbu terbaru rancangan sendiri menjadi tipe SS2 dengan 4 varian.

“Ini sekitar 1988 mulai dibangun. Awalnya dari FN, kita kembangkan jadi SS1, yang terbaru SS2 dengan kaliber 556. Ini, komponen dibuat di sini. Komponen 150 untuk SS1,” tambahnya.

Saat ini, SS1 buatan Pindad, telah digunakan oleh prajurit TNI dan Polri, bahkan beberapa negara ASEAN dan Afrika telah menggunakan SS1 buatan Bandung ini.

Pindad merancang dan mengembangkan SS1 sebanyak 6 varian dengan daya tembak mulai 375 meter hingga terjauh 600 meter. 6 varian SS1 tersebut, antara lain: SS1-V1, SS1-V2, SS1-V4, SS1-V5, SS1-M1, DAN SS1-RM.

(feb/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 21/07/2014 17:45 WIB
    Bos Blue Bird Bicara Soal Kursi Ketua Hipmi
    Jumat (18/07/2014) lalu, detikFinance berkesempatan mewawancarai Bayu Priawan Djokosoetono, Bendahara Umum Hipmi. Bayu dikabarkan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum Hipmi selanjutnya.
  • Gb Minggu, 20/07/2014 09:52 WIB
    Tips Cermat Mengelola Uang THR
    Sudah mendapat suntikan Tunjangan Hari Raya (THR)? Jika tidak dikelola dengan bijak, bisa jadi THR hanya akan numpang lewat saja. Berikut tipsnya.
  • Gb Senin, 21/07/2014 20:59 WIB
    Pilih Tak Mudik, CT: Saya Tak Punya Kampung
    Bagi para perantau, kegiatan mudik Lebaran sudah menjadi tradisi setiap tahun. Namun bagi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, kegiatan mudik tak berlaku.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut