detikfinance

Ini Bahayanya Bensin Premium di SPBU Ternyata Adalah Pertamax

Rista Rama Dhany - detikfinance
Kamis, 25/04/2013 13:18 WIB
Halaman 1 dari 2
//images.detik.com/content/2013/04/25/1034/131938_spbuafpdepan.jpg
Jakarta -Bensin premium Ron 88 yang dijual di SPBU ternyata adalah premix Ron 90 atau pertamax Ron 92, akibat tak ada lagi penjual premium di luar negeri saat Indonesia melakukan impor. Lantas apa dampak situasi ini?

Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengatakan, apabila benar premium yang dijual di SPBU adalah premix atau pertamax, maka masalah ini bisa jadi serius.

"Kenapa? Karena bisa menyebabkan orang yang selama ini bayar pertamax sekitar Rp 10.000 lebih per liter akan kembali ke premium yang harganya disubsidi pemerintah Rp 4.500 per liter" kata Satya dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Kamis (25/4/2013).

Dikatakan Satya, jika itu terjadi maka dalam waktu dekat akan membuat volume BBM subsidi membengkak. "Pemerintah dan Pertamina harus hati-hati mengeluarkan pernyataan itu," tegas Satya.

Kuota atau jatah BBM subsidi tahun ini ditetapkan 46 juta kiloliter (KL) dengan nominal Rp 192 triliun. Anggaran ini berpotensi membengkak jika orang beralih ke premium.

Jika terjadi gelombang perpindahan dari pertamax ke premium, maka konsumsi premium (BBM subsidi) akan semakin tinggi, jika jebol dari kuota yang ditetapkan tentunya keuangan negara semakin berat untuk memikul besarnya BBM subsidi.

Bahkan tahun ini sudah diprediksi sejak awal kuota subsidi BBM akan lewat, dan pemerintah berencana datang ke DPR untuk meminta tambahan kuota BBM subsidi.Next

Halaman 12
(rrd/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut