detikfinance

Jelang Pasar Bebas 2015, Negara ASEAN Berlomba-lomba Sebar 'Intelejen'

Wiji Nurhayat - detikfinance
Kamis, 25/04/2013 14:52 WIB
//images.detik.com/content/2013/04/25/4/145537_tempaseanlogowhitebckgrd.jpg
Jakarta -Indonesia akan mengikuti ASEAN Economic Community (AEC) atau masyarakat ekonomi ASEAN akhir 2015. Kerjasama perdagangan regional ini membuat pasar seluruh negara ASEAN terbuka alias bebas.

Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Euis Saedah menyatakan Indonesia harus berhati-hati karena saat ini negara tetangga Indonesia sudah mulai mengintip kelemahan Indonesia.

"Kita akan mengikuti AEC 2015, bisa jadi negara tetangga sudah intip-intip kelemahan ke kita. Kita juga perlu intip-intip negara lain atau biasa disebut industry Intelligent," ungkap Euis saat berdiskusi interaktif kekayaan intelektual sebagai aset masa depan bangsa di Gedung Kementerian Perindustrian Jakarta, Kamis (25/04/2013).

Indonesia masih lemah dalam melakukan industry intelligent. Oleh karena itu ia mengimbau agar masyarakat Indonesia yang mempunyai karya diharuskan mendaftarkan hak kekayaan intelektual (Haki) guna menghindari pemalsuan yang dilakukan oleh negara lain.

"Banyak IKM (Industri Kecil Menengah) kita yang menjadi kelinci percobaan. Tahun 97 ada program bantuan world bank akan dibangun infrastruktur melalui IT untuk Haki namun sekarang tidak tahu perkembangannya. IKM kita malas untuk mendaftarkan Haki dan tidak sabar menunggu birokrasi yang menjadi penghambat padahal Haki ini adalah isu yang besar," katanya

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Suryani Motik menuturkan Indonesia hanya akan menjadi pasar di tingkat global. Sehingga ia mengharuskan agar masyarakat Indonesia yang mempunyai Haki untuk segera mendaftar.

"Tren AFTA dan globalisasi yang mengharuskan kita berinteraksi dengan negara luar. Kita akan menjadi tempat asyik buat berjualan saja dan di tingkat global barang kita nggak mampu bersaing padahal ini kreasi dan inovasi anak bangsa. Haki sebagai pengembangan kreativitas anak bangsa sehingga dapat membuat inovasi yang bisa membuka pasar. Contoh batik namun apakah ini sudah didaftarkan menjadi Haki," katanya.

(wij/hen)





Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut