detikfinance

Pengusaha Dihukum Akibat Gaji di Bawah UMR, Apindo: Siapkan Penjara yang Banyak

Rista Rama Dhany - detikfinance
Kamis, 25/04/2013 20:32 WIB
//images.detik.com/content/2013/04/25/4/203523_demo33.jpg
Jakarta -Pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengomentar soal kasus seorang pengusaha Surabaya yang dipenjara 1 tahun karena membayar gaji pegawai di bawah upah minimum regional (UMR).

"Pemerintah siapkan penjara sebanyak mungkin untuk para pengusaha," kata Sekjen Apindo Franky Sibarani kepada detikFinance ketika ditemui di acara Ramah Tamah Kadin Indonesia, Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (25/4/2013).

Dikatakan Franky, hampir seluruh pengusaha UMKM pasti tidak akan mampu membayar gaji karyawan sesuai dengan ketentuan upah minimum regional/provinsi (UMR/UMP).

"Jadi 95% UMKM itu pasti tidak akan mampu membayar upah sesuai ketentuan UMR dan UMP yang ditetapkan, maka kalau ada putusan yang mempidanakan pengusaha karena tidak mampu bayar upah sesuai ketentuan yang tahun ini naik luar biasa, ya siapkan saja penjara sebanyak-banyaknya untuk para pengusaha," tandasnya.

Seperti diketahui, Chandra, pengusaha Surabaya yang memiliki 53 karyawan dipenjara karena mengupah buruhnya di bawah UMR. Oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Chandra divonis bebas. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan dikabulkan. "Dan menjatuhkan pidana denda Rp 100 juta," kata pejabat resmi MA yang tak mau disebut namanya.

Vonis ini diadili oleh ketua majelis hakim Zaharuddin Utama dengan anggota majelis Prof Dr Surya Jaya dan Prof Dr Gayus Lumbuun dalam perkara nomor 687 K/Pid/2012.

"Terdakwa terbukti melanggar Pasal 90 ayat 1 jo Pasal 185 ayat 1 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan," pungkas pejabat itu.

Berdasarkan catatan detikFinance, putusan ini merupakan putusan pertama MA yang menghukum pengusaha karena membayar buruhnya di bawah UMR.
(rrd/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut