detikfinance

Sesi I

BBM Subsidi akan Naik, IHSG Melemah

Angga Aliya - detikfinance
Selasa, 30/04/2013 11:56 WIB
BBM Subsidi akan Naik, IHSG Melemah
Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 14 poin setelah pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Aksi jual pun ramai terjadi.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 4,836 poin (0,10%) ke level 5.004,588 setelah dapat kabar baik dari bursa global dan regional. Secara perlahan indeks terus menanjak di zona hijau.

Sempat naik hingga posisi tertingginya hari ini di 5.013,879, IHSG langsung terkena tekanan jual. Rencana naiknya harga BBM subsidi bisa mendorong inflasi di dalam negeri.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (30/4/2013), IHSG melemah 14,119 poin (0,28%) ke level 4.985,633. Sementara Indeks LQ45 turun 2,27 poin (0,27%) ke level 846,165.

Pelaku pasar khawatir naiknya harga BBM subsidi bisa mendorong inflasi serta beban operasional emiten. Tingginya beban ini ujung-ujungnya berpengaruh terhadap laba perusahaan terbuka.

Aksi jual pun muncul setelah SBY mengumumkan rencana kenaikan BBM Subsidi di acara Musrenbangnas yang digelar hari pagi tadi. Saham-saham berbasis komoditas terkena koreksi cukup dalam.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 86.345 kali pada volume 2,596 miliar lembar saham senilai Rp 3,273 triliun. Sebanyak 64 saham naik, sisanya 153 saham turun, dan 112 saham stagnan.

Rata-rata bursa di Asia masih bertahan di zona hijau hingga siang hari ini. Naik data manufaktur dan turunnya tingkat pengangguran Jepang menjadi sentimen positif.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Hang Seng naik 181,95 poin (0,81%) ke level 22.762,72.  
  • Indeks Nikkei 225 menipis 6,96 poin (0,05%) ke level 13.877,17.  
  • Indeks Straits Times menguat 20,00 poin (0,59%) ke level 3.381,92.  
  • Indeks KOSPI menanjak 23,87 poin (1,23%) ke level 1.964,57.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 26.050, Jakarta International (JIHD) naik Rp 375 ke Rp 2.400, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 350 ke Rp 6.850, dan Telkom (TLKM) naik Rp 300 ke Rp 11.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Supreme Cable (SCCO) turun Rp 300 ke Rp 6.200, Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 300 ke Rp 3.125, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 49.050, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 36.350.

(ang/dru)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI Jumat, 26/08/2016 07:22 WIB
    Wawancara Sekjen KKP
    Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI
    Perairan Natuna menyimpan potensi perikanan yang sangat besar. Kekayaan itu membuat nelayan dari berbagai sering mencuri ikan di wilayah ini. P
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun Jumat, 26/08/2016 18:56 WIB
    Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun
    Sri Mulyani genap berusia 54 tahun. Usianya tergolong muda untuk ukuran orang yang berkali-kali menduduki jabatan penting skala nasional dan internasional.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut