detikfinance

Spanduk Rp 10 M Melayang Akibat Opsi 2 Harga BBM Batal, Jero: Ya Nggak Apa-apa

Rista Rama Dhany - detikfinance
Selasa, 30/04/2013 13:09 WIB
//images.detik.com/content/2013/04/30/1034/131109_spbubatal.jpg Foto: dok.detikFinance
Jakarta -PT Pertamina (Persero) diperkirakan menghabiskan hampir Rp 10 miliar untuk membuat spanduk sosialisasi dua harga BBM subsidi, namun ternyata batal. Apa kata Menteri ESDM Jero Wacik?

"Ya nggak apa-apa. Saya juga ngeluarin banyak capek juga nggak apa-apa," tukas Jero ketika ditemui pada acara Musrenbangnas 2013 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Sebelumnya, pihak Pertamina mengatakan telah menyiapkan segala infrasturkur untuk menerapkan kebijakan dua harga BBM subsidi. Dana Rp 2 juta dihabiskan untuk tiap SPBU khususnya utuk spanduk sosialisasi, namun semua tidak berarti.

"Kami sudah siap, 26 April lalu seluruh SPBU di Indonesia sudah siap semua tinggal menunggu pemerintah ya atau tidak," ucap Vice President Feul Marketing Pertamina Iskandar, kemarin,

Dana yang dihabiskan untuk menyiapkan segala infrastruktur per 1 SPBU mencapai Rp 2 juta. "Kita siapkan spanduk, penutup toner dan sebagainya agar masyarakat bisa membedakan jenis SPBU yang menjual BBM subsidi, kita juga sudah siapkan buku petunjuk buat petugas SPBU ya kita-kira hampir RP 2 juta per SPBU," ungkapnya.

Kata Iskandar seluruh SPBU yang berjumlah 5.027 sudah dikirim seluruh perlengkapan teknisnya, saat ini masih disimpan.

Jika Rp 2 juta per SPBU x jumlah SPBU di seluruh Indonesia 5.027 SPBU = Rp 10 Miliar lebih terbuang percuma.

(rrd/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut