detikfinance

BBM Subsidi Harus Naik Paling Telat Juni, Ini Alasannya

Rista Rama Dhany - detikfinance
Jumat, 03/05/2013 16:32 WIB
Halaman 1 dari 2
BBM Subsidi Harus Naik Paling Telat Juni, Ini Alasannya
Jakarta -Pemerintah diminta sesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi paling telat Juni. Jika ditunda lebih lama lagi, akan banyak perusahaan yang kesulitan menyusun rencana bisnisnya tahun ini.

"Maksimal Juni harga BBM subsidi sudah harus naik, karena jika lewat bulan itu maka akan berat bagi rakyat," kata Chief Economist Bank BNI, Ryan Kiryanto, ketika ditemui di acara diskusi "Implikasi kenaikan harga BBM subsidi terhadap prospek dunia usaha" di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (3/5/2013).

Pasalnya kata Ryan pada Juli sudah waktunya membayar uang sekolah, setelahnya memasuki bulan Ramadan di mana pada saat itu harga-harga akan naik tinggi.

"Kami minta pemerintah tidak hanya berwacana saja, tidak boleh ragu dan lebih cepat lebih baik," tegasnya.

Tidak hanya masyarakat saya yang terbebani dengan tidak pastinya kenaikan harga BBM subsidi, kalangan perbankan juga kebingungan.

"Kita ini punya kewajiban di akhir Juni untuk melaporkan revisi Rencana Bisnis Bank 2013, bagaimana mau menyusun RBB, ini saja (harga BBM) belum pasti," tandasnya.

Pembahasan kenaikan BBM di DPR Diprediksi Berjalan AlotNext

Halaman 12
(rrd/ang)





Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Boediono: Kondisi Beda dengan 1997/1998 dan 2008 Rabu, 26/08/2015 07:44 WIB
    Wawancara Khusus
    Boediono: Kondisi Beda dengan 1997/1998 dan 2008
    Pemikiran-pemikirannya soal kebangsaan dan ekonomi masih melekat, Boediono terus mengikuti perkembangan ekonomi terkini, di dalam maupun luar negeri.‎


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut