detikfinance

BBM Subsidi Harus Naik Paling Telat Juni, Ini Alasannya

Rista Rama Dhany - detikfinance
Jumat, 03/05/2013 16:32 WIB
Halaman 1 dari 2
http://us.images.detik.com/content/2013/05/03/1034/premium.jpg
Jakarta -Pemerintah diminta sesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi paling telat Juni. Jika ditunda lebih lama lagi, akan banyak perusahaan yang kesulitan menyusun rencana bisnisnya tahun ini.

"Maksimal Juni harga BBM subsidi sudah harus naik, karena jika lewat bulan itu maka akan berat bagi rakyat," kata Chief Economist Bank BNI, Ryan Kiryanto, ketika ditemui di acara diskusi "Implikasi kenaikan harga BBM subsidi terhadap prospek dunia usaha" di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (3/5/2013).

Pasalnya kata Ryan pada Juli sudah waktunya membayar uang sekolah, setelahnya memasuki bulan Ramadan di mana pada saat itu harga-harga akan naik tinggi.

"Kami minta pemerintah tidak hanya berwacana saja, tidak boleh ragu dan lebih cepat lebih baik," tegasnya.

Tidak hanya masyarakat saya yang terbebani dengan tidak pastinya kenaikan harga BBM subsidi, kalangan perbankan juga kebingungan.

"Kita ini punya kewajiban di akhir Juni untuk melaporkan revisi Rencana Bisnis Bank 2013, bagaimana mau menyusun RBB, ini saja (harga BBM) belum pasti," tandasnya.

Pembahasan kenaikan BBM di DPR Diprediksi Berjalan AlotNext

Halaman 12
(rrd/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Sponsored Link


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut