detikfinance

Kekerasan Buruh Pabrik Panci, KSPI Minta Kepala Disnaker Kab. Tangerang Dicopot

Wiji Nurhayat - detikfinance
Senin, 06/05/2013 15:50 WIB
//images.detik.com/content/2013/05/06/4/155618_panci.jpg
Jakarta -Terungkapnya praktik perbudakan dan kekerasan terhadap buruh pabrik panci/kuali di Kabupetan Tangerang menambah deretan panjang kisruh hubungan industrial antara pengusaha dan pekerja. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) wilayah Kabupetan Tangerang Banten dicopot jabatannya.

"Menyikapi temuan adanya praktik perbudakan di pabrik kuali di Kampung Bayur Tangerang, Presiden KSPI meminta pencopotan Kadisnaker Tangerang dan mendesak Menakertrans (Muhaimin Iskandar) turun langsung ke lapangan," tegas Said kepada detikFinance, Senin (6/05/2013).

Menurutnya, kasus ini adalah pelanggaran pidana karena para buruh menerima pemberlakuan yang buruk dari pemilik pabrik. "Karena kasus ini menjelaskan bahwa sistem kerja outsourcing yaitu buruh kuali itu dibawa oleh seseorang dan dibayar dengan upah murah yaitu Rp 700 ribu-an ini kan di bawah UMR Tangerang. Serta lemahnya pengawasan perburuhan mereka bekerja 18 jam/hari. Kasus seperti ini masih marak di Republik ini,"katanya.

Ia juga meminta pemerintah terus melakukan penyelidikan karena bukan tidak mungkin kasus lain yang melibatkan buruh dan pengusaha bisa terungkap. Ia juga mendukung keputusan MA untuk menghukum para pengusaha yang tidak memberlakukan buruh sesuai aturan.

"Kasus ini terjadi dekat dengan Jakarta sehingga bisa dipastikan masih banyak kasus serupa di banyak tempat dimana upah buruh dibayar di bawah UMP/UMK, outsourcing dan jam kerja panjang. Oleh karenanya KSPI mendukung keputusan MA (Mahkamah Agung) yang menghukum penjara/pidana bagi pengusaha yang membayar upah di bawah UMP/K sebagai perlindungan bagi buruh," jelasnya.

(wij/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut