detikfinance

Pengusaha Minta Kenaikan Harga BBM Dilakukan Secara Bertahap

Wiji Nurhayat - detikfinance
Jumat, 10/05/2013 10:52 WIB
//images.detik.com/content/2013/05/10/1034/105419_bbm.jpeg
Jakarta -Pemerintah sampai saat ini masih tarik ulur menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Wakil Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengimbau kepada pemerintah agar kenaikan harga BBM dilakukan secara bertahap seperti yang dilakukan pada tarif dasar listrik di tahun 2013.

"Jadi konsep seharusnya sama dengan TDL (tarif dasar listrik) yaitu dilakukan secara bertahap namun harus segera diputuskan. Awal-awal naik menjadi Rp 5.500/liter atau naik Rp 1.000 dan kemudian 3 bulan lagi naik menjadi Rp 6.000/liter. Cara ini dilakukan agar masyarakat tidak kaget dengan kenaikan harga BBM," jelas Sarman saat dihubungi detikFinance, Jumat (10/05/2013).

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa ketidakberanian pemerintah untuk menaikan harga BBM lebih disebabkan belum punyanya format dan konsep kenaikan itu sendiri. Padahal menurutnya pemerintah sudah mempunyai niat untuk menaikan harga BBM karena beban APBN yang begitu berat untuk alokasi subsidi BBM.

"Sebenarnya begini artinya pemerintah sudah punya niat namun seharusnya konsep juga sudah ada, matang, dan pastinya sudah terukur dan seuai dengan beban APBN. Ssampai sekarang pemerintah masih bingung ini aneh kan. Kalau ada rencana silahkan secara tertutup dikaji secara mendalam atau dibentuk sebuah tim khusus dan segera putuskan. Kalau dalam waktu 2-3 bulan belum juga diputuskan ini berarti pemerintah tidak siap. Beban APBN berapa dan subsidi berapa seharusnya pemerintah ada perhitungannya," tuturnya.

Kenyataan pemerintah belum siap menaikan harga BBM terlihat dari banyaknya isu dan gembar-gembor pemberitaan yang tidak benar.

"Kalau kita lihat memang konsepnya belum matang. Kemarin ada dua opsi dua harga yaitu Rp 4.500 dan Rp 6.500 dan itu gagal. Jadi memang formatnya belum matang," cetusnya.

(wij/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close