detikfinance

Alat Ini Dipasang Pertamina, Mobil Dinas PNS Pakai Premium Bakal Terdeteksi

Rista Rama Dhany - detikfinance
Rabu, 15/05/2013 09:40 WIB
Alat Ini Dipasang Pertamina, Mobil Dinas PNS Pakai Premium Bakal Terdeteksi Foto: dok.detikFinance
Jakarta -PT Pertamina (Persero) akan melakukan pemasangan alat RFID (Radio Frequency Identification) pada 100 juta kendaraan di seluruh Indonesia. Alat tersebut memiliki 2 fungsi, salah satunya pengendalian BBM subsidi.

"RFID yang merupakan satu Sistem Monitoring dan Pengendalian (SMP) memiliki dua fungsi, satu untuk fungsi monitoring yakni mencatat semua transaksi pembelian BBM subsidi dan fungsi kedua adalah untuk pengendalian BBM subsidi," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (15/5/2013).

Fungsi pengendalian, kata Hanung, yakni untuk membatasi pembelian BBM subsidi untuk mobil-mobil pribadi. "Alat ini juga bisa menghindarkan orang-orang atau kendaraan yang tidak boleh membeli BBM PSO (subsidi), seperti kendaraan dinas/plat merah," ungkapnya.

Bagaimana dengan kendaraan pribadi?

"Kalau itu tergantung kebijakan pemerintah, kalau pemerintah mengeluarkan kebijakan pengendalian BBM subsidi untuk kendaraan pribadi maka hal itu bisa dilakukan dan dengan RFID akan sangat efektif bisa diterapkan," tandas Hanung.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengungkapkan ketika semua kendaraan telah dipasang RFID maka pembelian BBM subsidi akan dibatasi.

Berapa maksimal pembelian BBM subsidi?

"Berdasarkan kebutuhan itu, sepeda motor kan kita-kita 0,7 liter per hari, jadi kalau satu minggu ya kira-kira kalikan saja (4,9 liter) maksimalnya," ungkap Susilo.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat (mobil) angkutan dalam sehari konsumsinya sekitar 2,7 liter-3 liter per hari.

"Angkutan pribadi itu sudah saya hitung kira-kira, mobil itu kira-kira 2,7 liter-3 liter per hari, jadi kalau dikali seminggu (antara 18,9 liter sampai 21 liter)," ucapnya.

Ditegaskan Susilo, pembatasan itu hanya untuk BBM subsidi kalau BBM non subsidi tidak ada pembatasan, ini dilakukan agar tidak ada BBM subsidi yang disalahgunakan.

"Jangan sampai ada kendaraan yang 10 Mei mengisi di SPBU mana sebanyak 200 liter, dan kemudian nanti jam 5 nanti mengisi lagi, itu kalau misalnya sudah dibatasi ngak bisa diisi lagi," tandasnya.

(rrd/dnl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI Jumat, 26/08/2016 07:22 WIB
    Wawancara Sekjen KKP
    Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI
    Perairan Natuna menyimpan potensi perikanan yang sangat besar. Kekayaan itu membuat nelayan dari berbagai sering mencuri ikan di wilayah ini. P
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun Jumat, 26/08/2016 18:56 WIB
    Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun
    Sri Mulyani genap berusia 54 tahun. Usianya tergolong muda untuk ukuran orang yang berkali-kali menduduki jabatan penting skala nasional dan internasional.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut