detikfinance

RI Jauh dari Bubble Properti, Kawasan Serpong Masih Favorit

Herdaru Purnomo - detikfinance
Rabu, 15/05/2013 16:16 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/05/15/1016/bca.jpg
Jakarta -Bank Dunia (World Bank) dan beberapa kalangan memandang gelembung properti atau 'bubble' telah menghantui Indonesia. Namun industri perbankan masih meyakini hal tersebut mengada-ada.

Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Henry Koenaifi menjelaskan bubble properti sangat identik dengan spekulan. Berbeda dengan nasabah pembiayaan di Indonesia yang murni sebagai investor.

"Sehingga jika dilihat, investor itu bisa diartikan nasabah yang bertanggung jawab dan mampu melunasi pinjaman bank. Berbeda dengan para spekulan yang memang hanya meraup untung semata seperti dalam kasus Subprime Mortgage (AS)," papar Henry dalam sebuah temu editor media di Kantornya, Menara BCA, Rabu (15/5/2013).

Menurut Henry, investor yang membeli rumah melalui pembiayaan akan mencicilnya sampai lunas. Walaupun nantinya, lanjut Henry investor tersebut akan menjual rumah tersebut kembali.

"Tapi jika dilihat dan dicermati banyak nasabah yang membeli rumah melalui pembiayaan bank untuk keluarganya sendiri. Katakanlah kita menduga banyak nasabah beli rumah untuk anaknya. Kasarnya mereka melakukan hedging lah di properti dengan beli sekarang," paparnya lagi.

BCA sendiri, sambung Henry melihat kawasan-kawasan pinggiran Jakarta menjadi tempat favorit nasabah. "Salah satunya Serpong. Bagian baratnya Jakarta ini menjadi tempat favorit yang setiap harinya mengalami kenaikan harga," kata Henry.

"Di Serpong itu rata-rata nasabahnya membeli rumah 50% cash dan 50% pembiayaan bank. Jadi aturan BI yang DP harus 30% itu tak terpengaruh," ungkapnya.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaadmadja menambahkan selama demand atau permintaan akan rumah masih tinggi maka bubble properti tidak akan terjadi. "Jadi sejauh ini BCA sendiri memandang properti masih terus tumbuh dan menjadi hal yang menarik di Indonesia ini," tuturnya.


(dru/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Minggu, 03/08/2014 18:18 WIB
    Ini Penyebab Klaim Asuransi Kecelakaan Tak Bisa Cair
    Beberapa kasus ada saja pemegang asuransi kecelakaan yang sulit mencairkan klaimnya. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan klaim asuransi kecelakaan sulit atau bahkan tak bisa cair.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close