detikfinance

Laporan dari Malaysia

Orang Indonesia Rela Rogoh Ratusan Juta Rupiah Berobat ke Malaysia

Zulfi Suhendra - detikfinance
Kamis, 16/05/2013 13:13 WIB
//images.detik.com/content/2013/05/16/4/131620_columbiahospital.jpg
Johor Bahru -Fakta menunjukan banyak orang Indonesia berobat ke luar negeri, salah satunya ke Johor Bahru Malaysia. Salah satu rumah sakit baru di Malaysia, Columbia Asia Hospital, kerap mendapatkan pasien asal Indonesia.

General Manager dari rumah sakit ini, Rahani Yakob mengatakan, kebanyakan orang Indonesia berobat karena mengidap penyakit liver. Baik kronis ataupun masih sebatas indikasi, mereka berobat ke rumah sakit yang baru dibuka selama 3 tahun ini.

"Sekarang ada orang sakit dari Indonesia, banyaknya liver, dan mereka kebanyak dari Batam," kata Rahani saat ditemui di Columbia Hospital, Nusajaya, Johor Bahru, Malaysia, Kamis (16/5/2013).

Rohani mengatakan, kebanyakan dari mereka datang dari Batam, Kepulauan Riau, atau bagian Pulau Sumatera lainnya, karena jaraknya lebih dekat dengan Malaysia. Menurutnya, pertumbuhan pasien dari Indonesia sendiri selalu mengalami peningkatan.

"Awal buka hanya 4 sampai 7 orang per bulan. Sekarang sudah mencapai 10 bisa," katanya.

Untuk penyakit liver sendiri, Rohani menyebutkan, biaya pengobatan yang dikeluarkan orang Indonesia tersebut beragam, tergantung dari parahnya penyakit yang diderita.

Namun rata-rata, untuk perawatan 1 bulan lebih, seseorang yang mengidap penyakit liver harus merogoh kocek hingga RM 45.000 atau setara Rp 146.250.000, dengan fasilitas kamar single bed, dan peralatan medis yang modern dan canggih. Juga ditangani oleh dokter lokal Malaysia yang sudah berpengalaman. Menurutnyan ini yang termurah di Malaysia.

"Layanan kita lengkap. Kalau mereka pasien dari Batam, kita bisa jemput mereka di poin-poin," tuturnya.
(zul/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut