detikfinance

Di Tengah Penangkapan Pegawainya oleh KPK, Penerimaan Pajak Jeblok

Wiji Nurhayat - detikfinance
Senin, 20/05/2013 09:28 WIB
Di Tengah Penangkapan Pegawainya oleh KPK, Penerimaan Pajak Jeblok
Jakarta -Krisis ekonomi masih berdampak negatif pada penerimaan pajak di kuartal pertama tahun 2013. Hal ini terjadi di tengah penangkapan para pegawai pajak dan wajib pajak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dirjen Pajak Fuad Rahmany mengungkapkan penerimaan pajak di kuartal pertama tahun 2013 menurun drastis bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012.

"Penerimaan pajak secara keseluruhan tahun lalu mencapai 20% sekarang hanya 8%," ungkap Fuad saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Senin (20/05/2013).

Ia mengeluh karena penerimaan pajak dari sektor ekspor dan impor menurun tajam. Ia mencontohkan penerimaan pajak penghasilan (PPH) saat ini menurun drastis bila dibandingkan tahun lalu.

"Pertumbuhan kita yang melambat disebabkan karena harga-harga turun selain itu impor, ekspor turun. Perusahaan itu laba perusahaan juga turun. Yang tahun lalu PPH itu tumbuh 12% sekarang hanya 3% ini jauh banget turunnya. Ini harus dilihat data ekspornya dan impor yang turun, PPN turun, PPH non migas turun," katanya.

Namun ia optimis bisa mencapai target penerimaan pajak yang sudah ditargetkan pemerintah. Berbagai cara akan dilakukan ia meningkatkan penerimaan pajak tahun ini.

"Kita cari objek pajak yang baru. Kita ingin optimalkan sektor-sektor yang berkembang seperti tambang, komoditi namun sektor tambang tergantung kepada instansi lain. Selain itu penerimaan pajak orang pribadi namun inii semua membutuhkan data pajak yang benar," tandasnya.

(wij/dru)

Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • CEO Ini Digaji Rp 1 Triliun Selasa, 03/05/2016 06:53 WIB
    CEO Ini Digaji Rp 1 Triliun
    Martin Sorrell, pada 2015 lalu dibayar 70 juta poundsterling (US$ 102 juta) atau lebih dari Rp 1 triliun oleh perusahaannya.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close