detikfinance

Pemerintah Kembali Rapat Kenaikan Harga BBM dan 'Balsem' ke DPR

Maikel Jefriando - detikfinance
Selasa, 28/05/2013 14:28 WIB
//images.detik.com/content/2013/05/28/1034/143000_dprsepi.jpg Foto: Maikel-detikFinance
Jakarta -Pemerintah kembali melanjutkan pembahasan Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2013 dengan Komisi XI DPR. Salah satu poin penting pembahasan adalah terkait kenaikan harga BBM subsidi beserta dampaknya.

Rapat yang sebelumnya dilangsungkan malam tadi, terhenti ketika anggota dewan yang mempertanyakan terkait angka kemiskinan yang dapat ditekan dari kompensasi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (Balsem).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjabana mengaku telah mempersiapkan bahan kemiskinan yang diminta oleh DPR. "Saya nanti siang sudah menyiapkan karena kemarin belum lengkap, itu termasuk kemiskinan dan BLSM. Mudah-mudahan lebih jelas," ungkap Armida kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Ia menyatakan, para anggota dewan belum dapat memahami apa yang disampaikan oleh pemerintah. Khususnya terkait penambahan 4 juta orang miskin akibat kenaikan harga BBM subsidi dan kompensasinya.

"Khusus nanti itu kmpensasi dan BLSM. Itu jawaban yang kita siapkan untuk Komisi XI. Itu detilkan kemarin banyak soal kemiskinan dan BLSM. Kemarin kan belum jelas, kenapa butuh BLSM," ujarnya.

Rapat diagendakan mulai pukul 14.00 WIB. Pemerintah diwakili oleh Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alishjabana, Gubernur BI Agus Martowardojo, dan beberapa pejabat eselon I Kementerian Keuangan.

(dnl/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut