detikfinance

Bulog Tak Mau Hanya Jadi Importir Daging Dadakan

Wiji Nurhayat - detikfinance
Kamis, 30/05/2013 18:38 WIB
Bulog Tak Mau Hanya Jadi Importir Daging Dadakan
Jakarta -Pemerintah telah menunjuk sementara Perum Bulog sebagai stabilisator harga daging khusus menjelang Ramadhan dan Lebaran, termasuk menugaskan Bulog sebagai importir daging. Hal ini dilakukan untuk menekan tingginya harga daging sapi saat ini yang mencapai Rp 90.000-95.000/kg.

Namun Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso ingin Perum Bulog menjadi importir daging tetap. Artinya Bulog tak mau jadi pelaku importir daging sementara atau dadakan.

"Saya pikir seharusnya peran Bulog itu tidak sementara. Hal ini dikarenakan aspek Bulog selain sebagai stabilisasi juga ditugaskan ke bisnis komersial. Tetapi jika didesain selama satu tahun ini menjadi bisnis Bulog sebagai perusahaan umum," ungkap Sutarto saat dihubungi detikFinance, Kamis (30/05/2013).

Dikatakan Sutarto, Bulog sudah memikirkan rencana bisnis sapi jangka panjang. Bahkan pihaknya mengklaim sudah melakukan pembicaraan dengan eksportir peternak Australia dan Selandia Baru tentang kemungkinan mengimpor sapi bakalan dari mereka.

"Jika Bulog ini boleh berbisnis daging sapi, kita sudah buat planning jangka panjang seperti apa. Contohnya Bulog bekerjasama dengan eksportir disana. Kita membangun feedloter (penggemukan sapi). Australia dan Selandia Baru kita suplai bibit dan bakalan, kita sortir di sini untuk menjaga kepentingan industri," tuturnya.

Ia pun mengakui bisnis daging sapi adalah bisnis paling menggairahkan saat ini.

"Dagin ini investasi. Jadi kalau jangka pendek ini tidak akan kembali modalnya. Sehingga kita mengusulkan ini menjadi bagian tugas kita untuk menangani daging secara berkelanjutan," cetusnya.

Seperti diketahui Bulog mendapat tugas mengimpor daging dalam rangka stabilisasi harga daging di dalam negeri. Rencananya hasil daging impor akan digunakan sebagai daging operasi pasar.

(wij/hen)

Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Perempuan Bergaji Rp 379 Miliar Kamis, 28/04/2016 07:10 WIB
    Perempuan Bergaji Rp 379 Miliar
    CEO perusahaan otomotif AS, General Motors (GM), Mary Barra, mendapatkan gaji US$ 28,6 juta atau sekitar Rp 379 miliar sepanjang 2015 lalu. Angka ini naik 77%.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close