detikfinance

Jaya Agra Wattie Sebar Dividen Rp 150 Miliar

Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Senin, 03/06/2013 13:30 WIB
Jaya Agra Wattie Sebar Dividen Rp 150 Miliar
Jakarta -Emiten perkebunan, PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) sepakat untuk membagikan keuntungan atau dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 45.146.748.524 atau 30% dari laba bersih perseroan 2012 sebesar Rp 150 miliar. Jumlah saham tersebut setara dengan Rp 11,96 per lembar saham.

Sebesar Rp 7.524.458.087 atau 5% dari laba bersih akan disisihkan sebagai dana cadangan, sedangkan sisa laba bersih sejumlah Rp 97.817.955.136 akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal perseroan.

"Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyetujui untuk pembagian dividen final kepada para pemegang saham," kata Direktur Keuangan JAWA Bambang S. Ibrahim saat acara public expose perseroan, di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (3/6/2013).

Dia mengatakan, RUPST juga menerima pengunduran diri Machfud Ashari selaku Direktur Produksi dan mengangkat Andi Hariyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan sebagai penggantinya.

Selain itu, RUPST juga menyetujui pengangkatan Rohadi sebagai Direktur Legal & GA dan Marcellinus Hendro Restanto sebagai Direktur Pengembangan.

"Keduanya berasal dari internal perseroan," kata dia.

Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sepanjang tahun 2012 sebesar Rp 682 miliar atau naik 5% dari pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 647 miliar.

Laba bersih setelah pajak turun 17% dari Rp 181 miliar menjadi Rp 150 miliar di 2012. Penurunan laba disebabkan karena pelemahan harga komoditas dunia yang turut menekan harga jual komoditas perseroan.

Kenaikan pendapatan bersih dikontribusi dari kenaikan volume penjualan CPO sementara jika dilihat dari sisi harga jual komoditas CPO dan karet mengalami pelemahan jika dibandingkan dengan tahun 2011.

Komoditas karet, harga jual rata-rata lebih rendah 25% menjadi Rp 30.800/kg dibandingkan Rp 41.200/kg di tahun 2011 sementara vokume penjualan meningkat 8% menjadi 10.693 ton.

Komoditas CPO harga jual rata-ratanya turun 4% dari Rp 7.400/kg menjadi Rp 7.100/kg di tahun 2012 namun volume penjualannya meningkat signifikan signifikan sebesar 25% menjadi 45.357 ton.

(dru/dru)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • CEO Ini Digaji Rp 1 Triliun Selasa, 03/05/2016 06:53 WIB
    CEO Ini Digaji Rp 1 Triliun
    Martin Sorrell, pada 2015 lalu dibayar 70 juta poundsterling (US$ 102 juta) atau lebih dari Rp 1 triliun oleh perusahaannya.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut