detikfinance

Ini Latar Belakang Dibangunnya Proyek Pelabuhan Cilamaya

Zulfi Suhendra - detikfinance
Sabtu, 08/06/2013 17:01 WIB
Ini Latar Belakang Dibangunnya Proyek Pelabuhan Cilamaya
Bandung -Indonesia akan memiliki proyek pelabuhan baru, yakni Pelabuhan Cilamaya. Apa latar belakang dibangunnya pelabuhan yang terletak dekat dengan Kawasan Industri Karawang ini?

Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengatakan, selain mengantisipasi meluapnya arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok, dibangunnya pelabuhan ini pun didorong oleh rencana pengusaha Jepang membuka kawasan industri sekitar 3000 hektar di daerah Karawang, yang mensyaratkan dibangunnya pelabuhan di kawasan tersebut.

"Saya mengantar chairman dari Toyota ke Presiden, katanya mau bawa 40 grup pengusaha. Tapi katanya boleh nggak saya (arus barangnya) masuk tidak lewat Jakarta, tapi di sekitar itu," kata Hidayat di sela acara Deklarasi dan Seminar Forum Ekonomi Jawa Barat, di Ballroom Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/6/2013).

Setelah itu, lanjut Hidayat, pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Barat. "Makanya dengan Gubernur Jabar kita ngomongin itu" lanjutnya.

Pertimbangan lain, dengan dibukanya kawasan industri baru, dan semua arus barang melalui satu titik pelabuhan saja, pelabuhan Tanjung Priok pun semakin penuh, kendaran yang menuju pelabuhan tersebut akan semakin meluap.

"Yang menjadi persoalan terutama di Cikampek Karawang, kalau semua kawasan itu dibangun yang baru, kalau semua masuknya ke (Tanjung) Priok, traffic jam, dan apakah memadai pelabuhannya," katanya.

Proyek ini pun masuk ke dalam proyek Metropolitan Priority Area (MPA). Proyek flagship MPA antara lain MRT Cikarang-Balaraja, Pelabuhan Cilamay, Perluasan Bandara Soetta, dan saluran limbah.

Butuh US$ 50 Juta Untuk Engineering Services dan Studi Kelaikan Pelabuhan Cilamaya

Pemerintah mengatakan, proyek pelabuhan Cilamaya saat ini sedang dalam persiapan. Engineering services dan studi kelaikan membutuhkan dana hingga US$ 50 juta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana saat ditemui selepas acara yang sama.

"Cilamaya ini sedang disiapkan, sudah masuk 50 juta dollar, itu untuk engineering service termasuk FS (Feasibility Study/Studi kelaikan). Kalau sudah nanti tender. Nanti akan ditawarkan KPS atau PPP siapa yang akan memenangkan tender itu," kata Armida.

Dijelaskan Armida, proyek ini merupakan proyek jangka panjang dan internasional, karena nantinya investor asing yang akan masuk untuk mengerjakan proyek ini. Selain itu, menurutnya, proyek ini akan mulai dikerjakan setelah Pelabuhan Kalibaru rampung.

"Ini internasional dan jangka panjang, masih panjang, Kalibaru dulu selesai, baru ini," katanya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengatakan, pelabuhan ini akan dibangun dengan skema Build Operate Transfer. Di mana investor akan membangun dan mengoperasikan proyek ini sampai jangka waktu tertentu, setelah selesai masa konsesi, maka proyek tersebut akan diambil alih pemerintah.

"Skema ini dipakai di China, dan negara lain. Tidak membebani APBN. Ternyata banyak yang ingin masuk, Jepang, China, dan negara lain," katanya.


(zul/ang)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • CEO Ini Digaji Rp 1 Triliun Selasa, 03/05/2016 06:53 WIB
    CEO Ini Digaji Rp 1 Triliun
    Martin Sorrell, pada 2015 lalu dibayar 70 juta poundsterling (US$ 102 juta) atau lebih dari Rp 1 triliun oleh perusahaannya.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut