detikfinance

Bunga Kredit Bakal Naik, Harga BBM Naik, Lalu Apa Lagi?

Herdaru Purnomo - detikfinance
Kamis, 13/06/2013 15:01 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/06/13/4/145250_stress.jpg
Jakarta -Kata-kata di atas terucap oleh salah seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Angga (29), yang baru saja mendapatkan pinjaman bank untuk membeli tempat tinggal harus menarik nafas panjang. Pasalnya selain harus membayar cicilan bank, ia harus siap menghadapi kenaikan harga bahan pangan akibat kenaikan harga BBM subsidi.

Belum lagi, suku bunga acuan BI (BI rate) yang baru saja dinaikkan akan mengerek bunga kredit ke atas.

"Pertama, bunga kredit akan naik karena BI Rate naik otomatis cicilan naik nanti. Kemudian BBM dinaikkan juga yang pastinya bikin harga-harga melambung. Lalu apa lagi?" ungkap Angga ketika bercerita.

Jika dilihat lebih jauh, upaya pemerintah yang dibilang telat menaikkan harga BBM subsidi ini memang membuat shock (guncangan) masyarakat. Karena, kenaikan BBM menjelang puasa dan lebaran merupakan sebuah 'kekonyolan'. Setidaknya, masyarakat akan mengalami tiga hal ini.

"Pertama, rupiah cenderung anjlok terhadap dolar AS. Ini nanti akan membuat barang-barang seperti HP, gadget, sepeda motor, bahkan tempe semakin mahal. Karena, barang-barang tersebut masih impor dan atau bahan baku dan bahan antaranya impor," ungkap Ekonom Dradjad Wibowo kepada detikFinance, Kamis (13/6/2013).

Kedua, sambung Dradjad, adalah suku bunga merayap naik. Kenaikan BI rate ini menjadi pengakuan BI bahwa mereka sudah tidak sanggup menjaga pelemahan rupiah terhadap dolar AS hanya melalui intervensi pasar.

"Biasanya, bunga pinjaman dari bank akan naik lebih cepat dan lebih besar dari kenaikan BI rate. Rasa-rasanya kenaikan saat ini masih akan diikuti kenaikan selanjutnya," ungkap Wakil Ketua Umum PAN ini.

Ketiga, efek harga BBM yang akan dinaikkan pemerintah. "Momentum dari ini semua juga tidak bagus karena menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Jadi saya rasa memang masyarakat harus mengencangkan ikat pinggang. Rumah tangga perlu menata ulang konsumsi bulanannya. Itu respons yang paling realistis dalam jangka sangat pendek," terangnya.
(dru/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Minggu, 03/08/2014 18:18 WIB
    Ini Penyebab Klaim Asuransi Kecelakaan Tak Bisa Cair
    Beberapa kasus ada saja pemegang asuransi kecelakaan yang sulit mencairkan klaimnya. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan klaim asuransi kecelakaan sulit atau bahkan tak bisa cair.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close