BBM Naik, Kenaikan Tarif Angkutan Umum Dipatok Maksimal 20%

Zulfi Suhendra - detikfinance
Senin, 17/06/2013 14:38 WIB
//images.detik.com/content/2013/06/17/4/144027_angkot320.jpg
Karawang -Rencana kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dipastikan akan berimbas kepada perubahan tarif angkutan umum. Pemerintah akan mematok batas kenaikan tarif angkutan maksimal 20%.

"Naiknya tarif angkutan umum tidak boleh lebih dari 10%-20%," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Soeroyo Alimoeso di depan puluhan Kadishub Kabupaten/Kota se-Jawa Barat di dalam sebuah Rapat Koordinasi membahas Angkutan Lebaran yang diselenggarakan di Hotel Citra Grand, Karawang, Jawa Barat, Senin (17/6/2013).

Padahal, kenaikan biaya angkutan yang diakibatkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak sejatinya berpengaruh hingga 39%. Namun, berdasarkan pertimbangan dari sisi daya beli masyarakat, maka pemerintah menegaskan kenaikan tersebut hanya boleh berpengaruh sebesar 20% saja.

"Bahan bakar memang mempengaruhi tarif itu 39% di samping komponen lain. Tapi kita lihat lah daya beli masyarakat, maksimal jadi 20%," katanya.

Dikatakan Soeroyo, kenaikan BBM memang benar-benar harus dilakukan. Pasalnya, subsidi BBM yang memberatkan APBN 2013. Selain itu, kerap salah sasaran karena dinikmati oleh kendaraan-kendaraan yang tak berhak.

"Kenaikan bahan bakar ini akan terjadi, karena lebih banyak untuk kepentingan mobil pribadi. Hanya 7% subsidi itu dinikmati angkutan umum, yang lainnya untuk mobil pribadi," ujarnya.

(zul/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut