detikfinance

Mulai 1 Juli, UKM Beromzet Hingga Rp 4,8 M/Tahun Bakal Ditarik Pajak

Wahyu Daniel - detikfinance
Rabu, 26/06/2013 12:51 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/06/26/4/124238_pajak320.jpg Foto: dok.detikFinance
Jakarta -Pemerintah telah mengeluarkan aturan penarikan pajak kepada pengusaha atau perusahaan berskala kecil dan menengah (UKM), dengan omzet hingga Rp 4,8 miliar per tahun. Penarikan pajak dilakukan mulai 1 Juli 2013.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Kismantoro Petrus mengatakan, pengusaha atau perusahaan UKM akan dikenakan tarif pajak penghasilan (PPh) sebesar 1%.

"Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 tentang PPh atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu, yang terbit tanggal 12 Juni 2013 dan mulai berlaku sejak 1 Juli 2013," ujar Kismantoro dalam siaran pers, Rabu (26/6/2013).

Dalam PP tersebut diatur tentang kriteria Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan yang dikecualikan dari aturan ini, yaitu:


  • Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dan/atau jasa yang dalam usahanya menggunakan sarana atau prasarana yang dapat dibongkar pasang, baik yang menetap maupun tidak menetap dan menggunakan sebagian atau seluruh tempat untuk kepentingan umum yang tidak diperuntukkan bagi tempat usaha atau berjualan, contohnya adalah: pedagang makanan keliling, pedagang asongan, warung tenda di trotoar dan sejenisnya;
  • Wajib Pajak Badan yang belum beroperasi secara komersial atau dalam jangka waktu 1 tahun setelah beroperasi secara komersial memperoleh omzet melebihi Rp 4,8 miliar.
Selain itu, diatur juga bahwa Dasar Pengenaan Pajak (DPP) yang digunakan untuk menghitung PPh final ini adalah omzet setiap bulan. Artinya, setiap bulan, Wajib Pajak akan membayar PPh final sebesar 1% dari omzet bulanannya.


(dnl/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 21/07/2014 17:45 WIB
    Bos Blue Bird Bicara Soal Kursi Ketua Hipmi
    Jumat (18/07/2014) lalu, detikFinance berkesempatan mewawancarai Bayu Priawan Djokosoetono, Bendahara Umum Hipmi. Bayu dikabarkan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum Hipmi selanjutnya.
  • Gb Minggu, 20/07/2014 09:52 WIB
    Tips Cermat Mengelola Uang THR
    Sudah mendapat suntikan Tunjangan Hari Raya (THR)? Jika tidak dikelola dengan bijak, bisa jadi THR hanya akan numpang lewat saja. Berikut tipsnya.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut