detikfinance

Nisin Sunito, Pemilik Peternakan 'Raksasa' di Australia Dikenal Low Profile

Suhendra - detikfinance
Jumat, 05/07/2013 17:26 WIB
Nisin Sunito, Pemilik Peternakan Raksasa di Australia Dikenal Low Profile
Jakarta -Pengusaha Nisin Sunito, menjadi pengusaha sukses di Negeri Kangguru Australia. Nisin berlatar belakang keluarga pengusaha ini dikenal pekerja keras sejak masih kecil dan low profile.

Seorang sahabat Nisin, bernama Hamdani mengenal Nisin sebagai sosok yang cerdas, pekerja keras dan low profile. Hamdani yang juga anggota DPD-RI perwakilan Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan Nisin berlatar belakang keluarga pengusaha kaya di Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.

Hamdani dan Nisin bertetangga sejak kecil, sehingga sempat satu sekolah dengan Nisin di SD Teladan, Pangkalan Bun. Namun dengan semangat juang yang tinggi untuk mencapai pendidikan yang lebih baik, Nisin dan keluarganya hijrah ke Surabaya dan melanjutkan studi SMA di Kota Pahlawan tersebut.

"Bapaknya Nisin pengusaha keturunan, orang berada (kaya) di Pangkalan Bun, usaha awalnya jual sembako, kemudian hasil alam. Nisin itu dasarnya seorang pekerja keras," kata Hamdani kepada detikFinance, Jumat (5/7/2013).

Setelah lulus SMA di Surabaya, Nisin melanjutkan studinya ke Australia di University of New South Wales (UNSW). Seakan tak mau jauh-jauh dari latar belakang sebagai keluarga pengusaha, Nisin mengambil program studi bisnis.

Kiprah Nisin berbisnis di Australia tak mulus begitu saja. Ia sempat bekerja di kantor pemerintahan di Sydney, Australia, hingga akhirnya menjadi pengusaha sukses. Hamdani mengaku tak tahu persis kisah perjuangan temannya merintis bisnis di Benua hijau tersebut, termasuk soal Nisin mengakuisisi lahan peternakan ratusan ribu hektar di Darwin.

Mengenai sosok Nisin yang tak dikenal oleh para pejabat pemerintahan di Indonesia, Hamdani mengakui bahwa sahabatnya itu seorang yang sederhana dan low profile.

"Orangnya low profile, merangkul teman-teman lain kalau ada info peluang binis. Kalau di Australia dia sangat dikenal, seperti kalangan senat, seperti Gubernur Darwin pernah dibawa ke Jakarta," katanya.

Hamdani menuturkan, Nisin juga masih sering berkunjung ke Indonesia terutama ke Surabaya. Di kota ini, bisnis keluarganya masih berjalan yaitu pabrik plywood (kayu lapis) milik ayahnya.

Pertemuannya kembali dengan Nisin, baru terjadi belakangan ini, setelah hampir 30 tahun tak bertemu lagi dengan sahabatnya. Rencananya Nisin akan datang ke Kampung Halamannya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah dalam waktu dekat.

Nisin mulai merintis bisnisnya di Australia dengan mendirikan Oceanic Multitrading Pty Limited pada tahun 1992. Ia terjun ke bisnis peternakan setelah mengakuisisi peternakan Kiana pada Juli 2005. Lokasi peternakannya berada 1.132 km tenggara Kota Darwin Australia.

Total luas peternakan Kiana mencapai 331.800 hektar. Luas peternakan ini setara dengan 4,8 kali luas Negara Singapura. Peternakan Kiana memiliki kapasitas 15.800 sapi, yang mayoritasnya sapi Brahman dan Droughmaster.
(hen/dnl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut