detikfinance

Redenominasi, APBN Bakal Disajikan dengan 'Uang Baru'

Hidayat Setiaji - detikfinance
Senin, 22/07/2013 15:10 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/07/22/5/151413_apbn.jpeg
Jakarta -Dampak penyederhanaan nominal mata uang (redenominasi) tidak hanya dirasakan masyarakat umum. Nantinya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga harus mengikuti ketentuan penyajian mata uang yang disesuaikan.

Rencananya, mulai 1 Januari 2014 akan berlaku dua jenis rupiah. Pertama adalah yang berlaku saat ini dan kedua yang diberi label 'Baru'. Untuk uang 'Baru' ini, Rp 1 akan ekuivalen dengan Rp 1.000 yang berlaku sekarang.

Dalam naskah akademik RUU Perubahan Harga Rupiah yang dikutip detikFinance, Senin (22/7/2013), APBN juga harus disajikan dengan menyertakan uang 'Baru'. Perkiraan pendapatan dan belanja negara harus dibuat dengan skala nominal rupiah dengan kata 'Baru'.

Pemerintah dan DPR akan memulai pembahasan APBN 2014 pada Agustus mendatang, setelah presiden menyampaikan RUU APBN 2014 dan Nota Keuangannya. Namun, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan pemerintah belum memasukkan perhitungan APBN 2014 dengan uang 'Baru'.

"Naskah akademik dan RUU kan belum bisa menjadi dasar hukum. Untuk APBN 2014, kita masih memakai perhitungan dengan rupiah yang berlaku sekarang," kata Askolani kepada detikFinance.

Jika RUU Perubahan Harga Rupiah sudah disahkan, pemerintah baru akan merespons dengan mengubah perhitungan APBN. "Sekarang kan belum berkekuatan hukum. Nanti kalau sudah jadi UU baru kita menyesuaikan," kata Askolani.

(hds/dru)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 21/07/2014 17:45 WIB
    Bos Blue Bird Bicara Soal Kursi Ketua Hipmi
    Jumat (18/07/2014) lalu, detikFinance berkesempatan mewawancarai Bayu Priawan Djokosoetono, Bendahara Umum Hipmi. Bayu dikabarkan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum Hipmi selanjutnya.
  • Gb Minggu, 20/07/2014 09:52 WIB
    Tips Cermat Mengelola Uang THR
    Sudah mendapat suntikan Tunjangan Hari Raya (THR)? Jika tidak dikelola dengan bijak, bisa jadi THR hanya akan numpang lewat saja. Berikut tipsnya.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut