detikfinance

Selain Garam dan Singkong, Apa Saja yang Masih Diimpor Indonesia?

Maikel Jefriando - detikfinance
Rabu, 07/08/2013 12:13 WIB
Halaman 1 dari 3
//images.detik.com/content/2013/08/07/4/pangan.jpg
Jakarta -Beragam produk pangan dan bahan pokok masih diimpor oleh Indonesia sampai saat ini. Garam saja, sampai saat ini masih diimpor oleh Indonesia dari Australia, India, Jerman, Selandia Baru, hingga Singapura. Apa saja pangan yang masih diimpor Indonesia sampai saat ini?

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip, Rabu (7/8/2013), pada Januari-Juni 2013, Indonesia mengimpor garam 923 ribu ton senilai US$ 43,1 juta dari 5 negara di atas tadi.

Kemudian, BPS juga mencatat, selama Januari-Juni 2013, Indonesia melakukan impor bawang merah sebesar 63 ribu ton atau US$ 28,5 juta. Impor bawang merah dilakukan Indonesia dari India, Thailand, Vietnam, Filipina, serta China.

Lalu ada juga tembakau yang diimpor Indonesia. Jumlahnya pada Januari-Juni 2013 mencapai 55 ribu ton senilai US$ 274,7 juta. Impor terbesar tembakau berasal dari China. Kemudian diikuti oleh impor tembakau dari Turki, Brasil, Filipina, dan Amerika Serikat.

Selanjutnya, ada impor kentang, cabai, dan singkong. Jumlah impor kentang yang dilakukan Indonesia pada Januari-Juni 2013 tercatat mencapai 22 ribu ton atau US$ 14,3 juta. Terbesar dari Austraia, lalu diikuti Kanada, China, dan Inggris.

Kemudian impor cabai yang pada Januari-Juni 2013 nilainya mencapai 1.118 ton atau US$ 1,1 juta. Impor cabai terbesar dari Thailand dan Malaysia.

Indonesia juga mengimpor singkong yang pada Januari-Juni 2013 jumlahnya 100 ton dengan nilai US$ 38 ribu. Impor singkong hanya dilakukan dari Thailand pada Mei 2013.Next

Halaman 123
(dnl/dnl)





Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut