detikfinance

4 Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah Tidak Cocok untuk Jangka Pendek

Angga Aliya - detikfinance
Jumat, 23/08/2013 14:47 WIB
4 Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah Tidak Cocok untuk Jangka Pendek
Jakarta -Pemerintah mengeluarkan 4 paket kebijakan ekonomi menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sayangnya, kebijakan ini dinilai hanya cocok untuk jangka menengah dan panjang. Padahal, situasi ekonomi Indonesia saat ini butuh kebijakan pemerintah untuk jangka pendek.

"Empat paket kebijakan pemerintah ini bagus, tapi untuk jangka menengah dan panjang. Pelaku pasar ingin yang jangka pendek," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada kepada detikFinance, Jumat (23/8/2013).

Empat paket kebijakan yang baru saja disampaikan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa itu adalah, pertama, memperbaiki defisit transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar dengan mendorong ekspor dan keringanan pajak kepada industri tertentu.

Pemerintah juga akan menetapkan pajak barang mewah lebih tinggi untuk mobil CBU dan barang-barang impor bermerek dari rata-rata 75% menjadi 125% hingga 150%.

Paket kedua menjaga pertumbuhan ekonomi. Pemerintah akan memastikan defisit APBN-2013 tetap sebesar 2,38% dan pembiayaan aman.

Paket ketiga menjaga daya beli. Pemerintah berkoordinasi dengan BI untuk menjaga gejolak harga dan inflasi dengan mengubah tata niaga daging sapi dan hortikultura, dari impor berdasarkan kuota menjadi mekanisme impor dengan mengandalkan harga.

Paket keempat mempercepat investasi. Pemerintah akan mengefektifkan sistem layanan terpadu satu pintu perizinan investasi.

Reza memberi contoh, kebijakan untuk memberikan keringanan pajak tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Dua kementerian terkait harus berkoordinasi sebelum hal tersebut diterapkan.

"Jadi pelaku pasar tidak bisa langsung merespons. Mereka harus lihat langkah nyatanya dulu di lapangan. Baru kelihatan kebijakan itu efektif atau tidak, dan ini butuh waktu yang tidak sebentar," ujarnya.

Menurutnya, saat ini pelaku pasar juga sedikit pesimistis akan kepada pemerintah. Salah satu contohnya adalah soal program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang ramai dibicarakan sejak awal tahun ini. Namun buktinya di lapangan hanya beberapa program saja yang berjalan dengan baik.

"Pelaku pasar masih ingin melihat langkah konkrit yang dilakukan oleh kementerian dan lembaga terkait, praktiknya di lapangan bagaimana, itu yang harus bisa diyakinkan oleh pemerintah," imbuhnya.
(ang/dru)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Natuna, Daerah Kaya Sumber Daya yang Diincar China Senin, 18/07/2016 12:05 WIB
    Wawancara Tenaga Ahli Kemenko Maritim
    Natuna, Daerah Kaya Sumber Daya yang Diincar China
    Natuna adalah wilayah yang sangat penting. Bukan hanya kaya akan ikan, Natuna juga menyimpan potensi besar di sektor migas dan pariwisata.
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut