detikfinance

Puluhan Pejabat Tinggi SKK Migas Dirombak Habis-habisan

Rista Rama Dhany - detikfinance
Rabu, 04/09/2013 10:11 WIB
http://us.images.detik.com/content/2013/09/04/1034/skkmigas.jpg Foto: Pelantikan Pejabat SKK Migas (Rista-detikFinance)
Jakarta -Pasca dugaan penyuapan yang melibatkan eks Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, SKK Migas kembali melakukan perombakan para pejabat tingginya. Kali ini ada 36 pejabat yang dirombak.

Adapun pejabat-pejabat yang dirombak itu setingkat kepala divisi. Pelantikan pejabat baru dilakukan hari ini oleh Pelaksana Tugas (plt) Kepala SKK Migas, Johanes Wijonarko di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (4/9/2013).

"Proses pelantikan kali ini sebagai penyegaran organisasi untuk mencapai tujuan yang sedang diprioritaskan, kami berupaya memenuhi tuntutan stakeholders untuk lebih fokus pada penegakan transparansi melalui perbaikan tata kelola organisasi," kata Johanes.

Pelantikan ini, kata Johanes, juga sebagai upaya mendapatkan 'darah segar' agar SKK Migas dapat bekerja cepat memenuhi stakeholders. Johanes juga meminta kepada seluruh pejabat hingga pegawai SKK Migas agar mengendalikan diri dari perbiatan gratifikasi dan sejenisnya.

"Sejak 2012, SKK Migas telah memiliki Pedoman Pengendalian Gratifikasi dan Pedoman Etika. Jangan mendahulukan kepentingan pribadi ataupun golongan. Kedepankan azas kebangsaan dan sifat negarawan, pejabat dan pekerja harus memahami apa definisi gratifikasi. Tidak hanya sekedar pemberian berupa uang atau barang, tetapi memiliki pengertian yang lebih luas yang bahkan bisa mendorong pada perbuatan pidana," jelas Johanes.

Dia juga menegaskan, para kontraktor kontrak kerja sama (kontraktor KKS) maupun stakeholders atau pemangku kepentingan lain ikut menjaga agar pekerja SKK Migas dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Upaya untuk menegakkan good corporate governance merupakan tanggung jawab bersama. Demikian juga terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

SKK Migas telah memiliki wadah untuk menampung pengaduan stakeholders terhadap adanya kejadian atau potensi terjadinya korupsi, suap, dan praktik kecurangan lain. Ini adalah momentum yang tepat melakukan langkah-langkah korektif guna terciptanya sebuah institusi kredibel.

Upaya perbaikan tersebut dan berbagai upaya pembenahan hanya akan berhasil dengan dukungan semua pihak.

"Kami ingin wujudkan SKK Migas dan industri hulu migas yang bersih dan bebas KKN," kata Johanes.
(rrd/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Sponsored Link


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut