detikfinance

Hatta Ditanya-tanya Soal UU Minerba dan Infrastruktur oleh Jepang

Maikel Jefriando - detikfinance
Jumat, 04/10/2013 16:54 WIB
Hatta Ditanya-tanya Soal UU Minerba dan Infrastruktur oleh Jepang
Nusa Dua -Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Jepang Toshimitsu Motegi di sela-sela agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Bali. Pertemuan ini salah satunya membahas pemberlakuan UU Minerba di Indonesia.

Hatta yang ditemui usai acara menyatakan pemberlakuan UU Minerba pada tahun 2014 menjadi salah satu pembicaraan kedua negara. Jepang menurut Hatta cukup serius dalam mempertanyakan aturan tersebut.

"Pihak Jepang juga menanyakan bagaimana dengan pasca pemberlakukan undang-undang minerba yang baru, itu adalah undang-undang," ujarnya di Hotel Countyard Marriot, Nusa Dua, Bali, Jumat (4/10/2013)

Hatta juga mengajak Jepang untuk meningkatkan investasi pada industri hilirisasi mineral. Sebab pada tahun 2014, bijih mineral harus diproses di dalam negeri sebelum di ekspor.

"Kita sungguh menginginkan adanya industri hilir untuk bijih mineral yang menurut undang-undang tahun 2014 harus kita proses di dalam negeri," sebutnya.

Ia menilai Jepang memiliki teknologi yang bagus. Seperti terlihat untuk penggunaan teknologi untuk pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara, kemudian pengembangan panas bumi dan tenaga air serta sistem transmisi terkait daya dan pengembangan energi.

"Jepang memiliki teknologi yang bagus untuk digunakan dalam pengembangan di Indonesia," ujarnya

Masih terkait investasi, perbaikan iklim di dalam negeri juga menjadi sorotan kedua negara. Ini diharapkan terus dapat dikendalikan agar proses investasi dapat berjalan lancar dan terus bertambah.

"Investasi Jepang pada semester pertama adalah sudah hampir mendekati total investasi Jepang tahun 2012. Sehingga diperkirakan investasi di 2013 jauh melampaui angka 2012," jelas Hatta

Selain itu yang menjadi pembahasan adalah terkait Prioritas Area Metropolitan untuk Investasi dan Industri (MPA).

"Tentu ini project yang berjangka panjang tapi itu masuk di dalam MPA, jadi kita tidak ingin kawasan pemukiman menjadi tidak clean. Sehingga masing-masing membuat suasana yang lebih baik," paparnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini adalah Ketua Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto, Kepala BKPM Mahendra Siregar, Duta Besar RI untuk Jepang Muhammad Luthfi dan beberapa pihak Jepang lainnya.


(mkl/ang)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI Jumat, 26/08/2016 07:22 WIB
    Wawancara Sekjen KKP
    Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI
    Perairan Natuna menyimpan potensi perikanan yang sangat besar. Kekayaan itu membuat nelayan dari berbagai sering mencuri ikan di wilayah ini. P
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun Jumat, 26/08/2016 18:56 WIB
    Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun
    Sri Mulyani genap berusia 54 tahun. Usianya tergolong muda untuk ukuran orang yang berkali-kali menduduki jabatan penting skala nasional dan internasional.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut