detikfinance

Produk Makanan RI Banyak Digemari Masyarakat AS

Wiji Nurhayat - detikfinance
Sabtu, 19/10/2013 11:49 WIB
//images.detik.com/content/2013/10/19/4/115334_mamin1b.jpg
Jakarta -Beberapa produk makanan asal Indonesia banyak dilirik oleh negara Amerika Serikat. Salah satu permintaan yang cukup tajam adalah jenis makanan bihun.

"Bihun potensinya cukup luar biasa ke pasar Amerika Serikat. Permintaannya sangat banyak sekali sampai kita kirim ratusan kontainer per bulannya," ungkap Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman saat ditemui di Pameran Trade Expo Indonesia di JIExpo Kemayoran Jakarta, Sabtu (19/10/2013).

Adhi tidak mengungkapkan secara detil mengapa Amerika Serikat suka dengan bihun asal Indonesia. Ia menambahkan selain bihun, produk makanan lainnya yang banyak diminta adalah biskuit. Bahkan produk makanan berbasis cengkeh banyak juga diminta.

"Biskuit kita juga banyak yang diminta. Kita gali lebih banyak lagi potensi kita. Lalu yang mengejutkan juga adalah produk turunan dari cengkeh kita yang saat ini menguasai 60% market dunia. Mereka bahkan suplai ke industri makanan besar ke seluruh dunia," imbuhnya.

Beberapa peluang makanan lain juga bisa yang akan meningkat permintaannya adalah cokelat (kakao) dan madu.

"Kita harus bekerjasama untuk terus mengembangkan bisnis dan tentu saja perdagangannya. Beberapa komoditi seperti kakao atau cokelat juga dinikmati. Yang kita belum gali juga adalah madu yang peluangnya cukup besar. Kita perlu gencar lagi tahun depan untuk lebih banyak lagi," cetusnya.

(wij/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut