detikfinance

Pemilu 2014 Nyoblos, KPU: Boleh Pakai Pulpen

M Iqbal - detikfinance
Selasa, 29/10/2013 17:24 WIB
//images.detik.com/content/2013/10/29/10/172515_kantorkpu.jpg
Jakarta -KPU menggelar rapat bersama pemerhati pemilu membahas draft peraturan KPU tentang pemungutan dan penghitungan suara, salah satu yang mencuat soal cara mencoblos. KPU membolehkan pencoblosan dilakukan menggunakan pulpen jika paku hilang.

Ketentuan pemungutan suara dengan mencoblos bukan lagi mencontreng seperti pada Pemilu 2009, sudah diatur dalam Undang-undang 8 tahun 2012 tentang Pileg ayat 154. KPU membuat peraturan turunan dari Undang-undang tersebut yang disebut Peraturan KPU (PKPU).

"Jadi (pulpen) kami bolehkan karena bisa saja pakunya jatuh atau hilang, sepanjang diberi tanda coblos di surat suara di tempat yang benar," kata komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di usai rapat di Hotel Oria, Jalan Abdul Hasyim, Jakpus, Selasa (29/10/2013).

Menurutnya, pada Pemilu tahun 2009 ketentuan pemungutan suara adalah mencontreng atau mencentang, namun tingkat keabsahan dengan mencentang justru besar dibanding Pemilu 2004 yang menggunakan aturan coblos.

"Kalau 2009 masih mencentang, sekarang dengan paku dicoblos. Kita sediakan paku dan bantalan, kalau tak ada bantalan tidak bisa tembus sehingga tidak sah," paparnya.

Bagaimana kalau mencoblos menggunakan rokok?

"Kalau rokok kami putuskan tidak, kalau sobekan pun kami anggap tidak sah. Dua hal ini jadi pengalaman di Pemilu Kada," jawab Hadar.

(iqb/van)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut