detikfinance

Hasil Konferensi WTO di Bali Akan Diumumkan Hari Ini

Wiji Nurhayat - detikfinance
Jumat, 06/12/2013 08:36 WIB
Hasil Konferensi WTO di Bali Akan Diumumkan Hari Ini
Nusa Dua -Hasil Konferensi Tingkat Menteri (KTM) World Trade Organization (WTO) IX di Nusa Dua Bali akan disepakati hari ini. Hari ini adalah hari terakhir penyelenggaraan WTO sejak dilangsungkan tanggal 3 Desember 2013 lalu.

Kemarin, Menteri Perdagangan sekaligus Chairman KTM WTO IX Gita Wirjawan mengatakan agar menteri-menteri dari negara anggota WTO bersikap terbuka untuk mencapai kesepakatan yang lebih dikenal dengan Paket Bali (Bali Package).

Menurutnya kini masalah WTO tidak dihadapkan pada masalah teknis yang rumit, melainkan lebih pada kemauan politik untuk merampungkan apa yang hampir dicapai pada perundingan di Jenewa.

"Perundingan memang menggantung tetapi saya tidak percaya saatnya untuk menyerah. Kita akan menghasilkan sebuah paket yang akan menggantungkan negara-negara terbelakang atau LDCs (Least Development Countries)," ungkap Gita saat ditemui di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua Bali, Jumat (6/12/2013).

Hingga hari kedua kemarin, para menteri anggota WTO mewakili negaranya masing-masing diberi kesempatan mengemukakan pandangan tentang isu-isu di sekitar kemudahan perdagangan (trade facilitation), pertanian (agricultural) dan pembangunan negara miskin (LDCs) yang merupakan inti dari Paket Bali. Sejumlah negara memberikan pandangannya seperti Uni Eropa, Brazil, Inggris, Rusia, China, Nepal, dan India.

Sedangkan Wakil Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Delegasi Indonesia Bayu Krisnamurthi mengatakan sebagian besar delegasi menginginkan KTM WTO IX Bali berakhir dengan kesepakatan. Meskipun demikian ia juga mengakui masih terdapat perbedaan pendapat terutama delegasi India.

Bayu menambahkan apa yang dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika membuka KTM WTO IX adalah apabila terjadi kebuntuan kesepakatan maka yang dirugikan adalah negara miskin (LDCs). Padahal menurut Bayu, bila Paket Bali disepakati maka ada tambahan perdagangan internasional sebesar US$ 1,2 triliun.

"Jadi rasanya terlalu besar peluan yang akan hilang jika kita tidak bisa keluar dengan Paket Bali," jelas Bayu.

Sedangkan Menteri Industri dan Perdagangan negara India, Anand Sharma tegas menyatakan India tidak mau berkompromi dan tetap bersikeras usulannya yang menyangkut masalah pertanian.

Sikap India yang berselisih paham dengan Amerika Serikat di KTM WTO IX Bali semakin memuncak karena perbedaan kepentingan kedua negara itu. Perbedaan terjadi karena sikap India meminta waktu tak terbatas saat pemberlakuan penambahan subsidi pertanian negara berkembang dari 10% menjadi 15% dari nilai produksi. Padahal negara maju seperti AS sudah melunak memberikan tambahan subsidi, namun dengan catatan hanya bisa diberikan selama 4 tahun saja.

Artinya negara maju menginginkan ketentuan sektor pertanian akan kembali menggunakan sistem Putaran Uruguay setelah 4 tahun berakhir. Ini yang ditolak India, yang menginginkan solusi permanen bukan 4 tahun.

"Pertanian menopang jutaan petani termasuk subsistem di dalamnya. Kepentingan mereka harus dijamin. Ketahanan pangan sangat penting untuk lebih dari empat miliar orang di dunia. Untuk India, ketahanan pangan adalah non-negotiable. Kebutuhan masyarakat dan memastikan ketahanan pangan harus dihormati. Sebuah perjanjian perdagangan harus selaras dengan komitmen kita bersama untuk menghilangkan kelaparan dan menjamin hak atas pangan. Ini adalah bagian integral dari MDGs (Millenium Development Goals). Mengapa India? Ada 1,2 miliar penduduk dunia ada di negara kita dan nggak ada satu negara yang bisa memberikan makan kita. Kami datang ke sini untuk bernegosiasi bukan untuk mengemis," tegas Sharma.

Hasil Konferensi WTO akan diumumkan setidaknya pada pukul 15:00 waktu setempat dan dilanjutkan dengan closing ceremony (acara penutupan).

(wij/ang)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI Jumat, 26/08/2016 07:22 WIB
    Wawancara Sekjen KKP
    Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI
    Perairan Natuna menyimpan potensi perikanan yang sangat besar. Kekayaan itu membuat nelayan dari berbagai sering mencuri ikan di wilayah ini. P
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun Jumat, 26/08/2016 18:56 WIB
    Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun
    Sri Mulyani genap berusia 54 tahun. Usianya tergolong muda untuk ukuran orang yang berkali-kali menduduki jabatan penting skala nasional dan internasional.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut