detikfinance

Proyek Monorel Jakarta Mandek 2 Bulan Pasca Ground Breaking

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Sabtu, 04/01/2014 11:22 WIB
Proyek Monorel Jakarta Mandek 2 Bulan Pasca Ground Breaking
Jakarta -Provinsi DKI Jakarta saat ini memiliki 2 proyek transportasi super modern yakni MRT Jakarta dan Monorel Jakarta. Bagaimana perkembangan proyek transportasi itu?

Dari pantauan detikFinance, proyek MRT Jakarta tahap I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) masih dikerjakan para kontraktor asal Indonesia dan Jepang. Meski lambat, PT MRT Jakarta mengklaim moda ini bisa beroperasi dan dinikmati warga Jakarta pada Semester I 2018.

Lantas bagaimana perkembangan proyek Monorel Jakarta yang dikelola PT Jakarta Monorail. Pada lokasi ground breaking atau peletakan batu pertama proyek monorel Jakarta di daerah Kuningan atau di dekat Hotel Four Seasons Jakarta Selatan tampak tidak ada aktivitas kontruksi pasca ground breaking pada 16 Oktober 2013 lalu.

Kontraktor pada proyek ini adalah China Communication Construction Company Ltd (CCCC) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Direktur Waskita Karya M Choliq menjelaskan proses kontruksi proyek Monorel Jakarta praktis terhenti sekitar 2 bulan lebih hingga saat ini.

Menurutnya Waskita yang bertindak sebagai sub kontraktor masih menunggu design atau rancangan proyek monorel dari kontraktor utama asal China.

"Jadi masih tunggu design dari China. Pekerjaan kontraktor praktis berhenti sekitar 2 bulan," kata Choliq kepada detikFinance Sabtu (4/1/2014).

Namun Choliq tidak bisa memastikan kapan proses kontruksi bisa dimulai kembali. "Saya nggak tahu, Waskita kan sebagai sub kontraktor," jelasnya.

Sementara Direktur Teknik Jakarta Monorail Bovanantoo enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi terkait kelanjutan proyek moda transportasi masa depan DKI ini.

"Senin saja. Saya masih di luar kota," kata Bovanantoo.

Proyek Monorel Jakarta sendiri memiliki 2 rute yakni green line (jalur hijau) dan blue line (jalur biru). Blue line membentang sepanjang 14,2 km dari Tebet-Suharjo-Menteng Dalam-Casablanca-Ambasador-Sudirman WTC-Menara Batavia-Dukuh Atas-Kebon Kacang-Tanah Abang-Cideng-Tomang-Taman Anggrek.

Sementara Green line yang membentang sepanjang 14,8 km dari Casablanca-Taman Rasuna-Kuningan Sentral-Setia Budi Utara-Karet-Pajempongan-Palmerah-Stasiun Madya-Plaza Senayan-GBK-SCBD-Komdak-Satria Mandala-Gran Melia-Casablanca.

(feb/ang)

Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut