detikfinance

Hobi Motor Gede (3)

'Mengawinkan' Hobi Moge dan Bisnis

Hidayat Setiaji - detikfinance
Jumat, 28/03/2014 15:15 WIB
Mengawinkan Hobi Moge dan Bisnis Indra Pranajaya (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta -Banyak pehobi yang menjadikan kegemarannya sebagai mata pencarian. Begitu pula sejumlah pehobi motor gede alias moge, yang kemudian berbisnis di bidang yang digemarinya.

Salah satunya adalah Indra Pranajaya, pehobi moge yang juga pemilik toko Classic Bikers Shop. Selain sepeda motor antik, moge juga jadi hobi dan ladang bisnis bagi pria berusia 29 tahun ini.

Indra sudah cukup lama menyukai moge. Hobi ini menurun dari ayahnya, yang juga menggemari moge.

“Waktu ayah saya meninggal, saya terinspirasi untuk melanjutkan hobi beliau. Dari sana saya membentuk komunitas moge di Bandung. Begitu pindah ke Bekasi, saya mendeklarasikan Bekasi sebagai kota moge,” tutur Indra, yang juga Ketua Moge Club Indonesia (MCI) Chapter Bekasi.

Indra jatuh cinta pada moge karena tongkrongannya yang unik dan gagah. “Kesannya kalau pakai moge itu luar biasa, menjadi sorotan. Tetapi ini bukannya arogan ya,” ujarnya.

Saat ini, Indra mengaku punya 9 unit moge. Di antaranya adalah Honda Shadow 750 cc, Honda Goldwing 1.500 cc, dan BMW 1.200 cc. Dia sempat memiliki Harley-Davidson, tetapi sudah dijual untuk membuka bisnis.

Selama menekuni hobi moge, Indra sudah sulit menghitung berapa dana yang dia keluarkan. “Kalau Rp 500 juta pasti lebih, kalau Rp 1 miliar ada lah. Saya ini hobi dan bisnis juga,” katanya.

Pada 2008, Indra mulai membuka bisnis dengan mendirikan toko Classic Bikers Shop. Selain sepeda motor klasik, toko ini juga menyediakan moge dan berbagai aksesorisnya.

Berbagai moge dijual di Classic Bikers Shop. Mulai dari Ruby, Harley-Davidson, sampai buatan Jepang seperti Honda Shadow. Soal harga, bervariasi mulai dari kisaran Rp 30 juta sampai Rp 300 juta.

Selain menjual moge, Classic Bikers Shop pun menyediakan jasa perawatan. “Kami punya mekanik dan storing. Kalau ada yang mogok atau trouble, bisa dijemput. Kami menyediakan full service, memberi fasilitas di mana pun dan ke mana pun,” katanya.

Untuk omzet, Indra menyebutkan dalam sebulan rata-rata bisa memperoleh sekitar Rp 50 juta. “Tergantung motornya yang terjual apa. Di sini yang paling laku itu Harley-Davidson dan Honda Shadow,” tuturnya.

Selama menjalani bisnis, ada kalanya Indra kurang mujur. Moge yang sudah dipesan, dibayar uang muka, tetapi pembayaran selanjutnya macet.

“Ada yang menipu juga. Makanya saya gabung ke MCI supaya bisa membangun jaringan agar saling percaya,” kata Indra.

Moge, demikian Indra, juga bisa menjadi sarana berinvestasi. Beberapa moge yang punya nilai jual kembali yang tinggi antara lain adalah Harley-Davidson, Yamaha Virago 400 cc, dan Yamaha Virago 1.100 cc.

Namun, tidak ada patokan yang pasti untuk menjual moge. Kondisi sang sepeda motor pun ikut menentukan nilai jual kembalinya.

“Tergantung orang menawar berapa. Moge yang kondisinya jelek bisa harganya turun, tetapi yang terawat harganya naik. Padahal barangnya sama. Kemudian moge yang sudah dimodifikasi juga harganya bisa naik,” ucap Indra.



(hds/DES)

Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Ini Investasi yang Cocok Saat Imlek Senin, 08/02/2016 11:00 WIB
    Ini Investasi yang Cocok Saat Imlek
    Anda bisa mengandalkan feng shui untuk berinvestasi setelah Imlek di tahun monyet api, tapi bisa juga memakai data. Investasi seperti apa yang menarik saat Imlek?


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close