detikfinance

Bayar Utang Triliunan, Perusahaan Perkebunan Grup Bakrie Jual Aset

Dana Aditiasari - detikfinance
Senin, 23/06/2014 18:08 WIB
Bayar Utang Triliunan, Perusahaan Perkebunan Grup Bakrie Jual Aset
Jakarta -PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berkomitmen memperbaiki struktur keuangan dengan mengurangi rasio antara utang terhadap ekuitas. Utang yang akan dikurangi Rp 2 triliun per tahun mulai tahun ini.<br /><br />Direktur Utama UNSP M Iqbal Zainuddin menyebutkan, dengan komitmen tersebut, perusahaan tidak akan melakukan ekspansi, setidaknya di sepanjang tahun ini.<br /><br />"Target kita perbaiki struktur keuangan dengan kurangi DER (dept to equity ratio/porsi utang modal). Jadi kita fokus ini dulu jadi tahun ini tidak ada ekspansi," ujar Iqbal usai menggelar Rapat Umum pemegang saham tahunan (RUPST) di JS Luwansa, Jakarta, Senin (23/6/2014).<br /><br />Iqbal mengatakan, nilai utang yang akan dikurangi adalah Rp 2 triliun. Salah satu opsi untuk memuluskan rencana tersebut adalah dengan melepas asetnya.<br /><br />"Utang Rp 2 triliun. Rencananya kita akan kurangi aset. Tapi sekarang belum bisa closing, karena sekarang penjualan aset masih berjalan. Kita harapkan dapat selesai di 2014," tambah Iqbal.<br /><br />Dalam laporan keuangan, pada Juli 2012 lalu, UNSP menarik utang berbunga cukup tinggi dari NDB Agent Limited senilai US$ 199,9 juta (Rp 2,298 triliun). Pinjaman ini digunakan oleh perusahaan untuk membayar utang obligasi senilai US$ 150 juta (Rp1,725 triliun) yang jatuh tempo pada 15 Juli 2012.<br /><br />Sisa dari pinjaman tersebut digunakan perusahaan untuk membayar sejumlah pinjaman dari institusi keuangan dan modal kerja anak usaha. Bunga pinjaman NDB Agent itu sebesar 12% per tahun. Bunga itu lebih tinggi ketimbang bunga obligasi jatuh tempo yakni 10,87%.<br /><br />Akibat utang berbunga mahal tersebut, UNSP di kuartal III-2013 lalu tidak mencatatkan laba atas penghapusan bunga utang. Padahal, periode yang sama tahun lalu, mereka membukukan laba penghapusan bunga pinjaman sebesar Rp 547,79 miliar.<br /><br />UNSP juga mencatatkan utang lainnya dari sejumlah kreditur yang jumlah totalnya per 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 13,14 triliun.<br /><br />Dari sekian banyak utang yang dimiliki perusahaan, ada utang jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun ini yakni sebesar US$ 200,52 juta atau setara Rp 2,305 triliun (kurs US$ 1 = Rp 11.500).<br /><br />Adapun aset yang akan dilepas diantaranya adalah PT Domas Sawit Intiperdana yang dimiliki oleh anak usaha UNSP yaitu PT Nibung Arthamulia.<br /><br />Sayang, dirinya masih enggan membeberkan nilai dari aset yang akan dilepas tersebut. "Pokoknya nilainya (nilai penjualannya) di atas nilai book value," pungkasnya.<br /><br /><br /><strong>Saham Bakrie Menipis</strong><br /><br />Di UNSP, sebenarnya saham milik induk grup Bakrie yakni PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) tercatat hanya 2.744.094 lembar saham, atau setara 0,02% dari total saham perusahaan yang beredar sebesar 13.720.470.842 lembar saham.<br /><br />Sementara, dari angka 13,72 miliar lembar saham tersebut, porsi kepemilikan di masyarakat adalah 11,30 miliar lembar saham. Hal ini menjadikan masyarakat sebagai pemegang saham mayoritas, yaitu mencapai 82,5%.<br /><br />Lalu, ada pula saham yang dimilik masyarakat dalam bentuk Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT) Syailendra Multi Strategi Fund II sebesar 1,42%,<br /><br />Adapun pemegang saham lainnya adalah Credit Suisse AG Singapore Branch S/A Long Haul Holdings Ltd sebesar 3,13%, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG sebesar 3,06%. 2,04% oleh PT Danatama Captial Management, dan sebesar 1,76% dimiliki oleh JP Morgan Bank Luxembourg SA.<br /><br />Saham sisanya juga tersebar pada sejumlah pemegang sahamain yakni Citibank New Yord S/A Dimensional Emerging Markets Value Fund sebesar 1,33%, PT Bakrie Kimia Investama sebesar 1,24%, DBS Bank Ltd SG-PB Clients sebesar 1,16%.<br /><br />Direktur Invetsor Relation dan Corparate Strategic Planing Andi W. Setianto menyebutkan, dari total 11,30 lembar saham yang dimiliki masyarakat, 66%-nya dimiliki oleh pemegang saham individu.<br /><br />"Jadi memang kebanyakan dimiliki masyarakat. Individu lokal sebanyak 16,386 akun memiliki 65% saham dan individu asing sebanyak 127 akun yang memiliki 1% saham," ujar dia<br /><br />Dengan posisi tersebut, terlihat jelas bagaimana porsi kepemilikan saham perusahaan sawit ini oleh Keluarga Bakrie lewat BNBR-nya menjadi sangat minim yakni kurang dari 1%.<br /><br />
(dnl/dnl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut