detikfinance

Laporan dari Beijing

Menkeu: Bank Infrastruktur Asia Membantu Banyak Negara

Maikel Jefriando - detikfinance
Sabtu, 16/01/2016 19:41 WIB
Menkeu: Bank Infrastruktur Asia Membantu Banyak Negara Bambang Brodjonegoro pada acara Peresmian AIIB (Maikel-detikFinance)
Beijing -Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, menjadi salah satu pembicara saat peresmian Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) atau Bank Infrastruktur Asia. Di depan para menteri keuangan dari berbagai negara yang hadir, Bambang membahas besarnya dana u‎ntuk membiayai pembangunan infrastruktur.

"Pembangunan infrastruktur masih menjadi motor untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif (terbuka). Seiring dengan itu kebutuhan pembiayaan juga terus meningkat," ungkap Bambang, di Daioyutai State Guest House, Beijing. Sabtu (16/1/2016)‎

Bambang menuturkan, dari riset Asian Development Bank (Bank Pembangunan Asia/ADB), dikatakan bahwa kawasan Asia membutuhkan dana senilai US$ 8,2 triliun atau Rp 114 ribu triliun (kurs Rp 14.000/US$) selama 10 tahun dari 2010-2020.

Jumlah tersebut bisa disetarakan dengan rata-rata US$ 800 miliar atau Rp 11 ribu triliun per tahun.

Menurutnya kalangan swasta paling mungkin hanya bisa menanggung sebanyak 25%-nya saja. Banyak negara yang kemudian menggeser sisanya ke anggaran pemerintah. Namun, tidak banyak negara yang bisa, karena harus memperhatikan kondisi fiskal.‎

"Artinya ada gap (selisih) antar pembiayaan infrastruktur yang besar. Bila saja gap itu masih berlanjut, ke depan Asia akan sulit untuk sustained (berlanjut)," terangnya.

Ada titik cerah yang muncul ketika AIIB diresmikan pada hari ini. Lembaga multilateral ini akan banyak membantu pembiayaan untuk negara-negara yang sangat ingin merealisasikan proyek infrastruktur. Sekaligus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kehadiran AIIB akan sangat membantu‎ banyak negara," tegas Bambang.

Bambang menambahkan, ada tiga langkah yang harus diperhatikan untuk pembangunan infrastruktur. Pertama‎ adalah mempererat hubungan dengan berbagai‎ lembaga multilateral dan lembaga pembiayaan lain untuk mengatasi gap pembiayaan infrastruktur.

"Kedua, tetap mendorong proyek yang ramah lingkungan. Ketiga, yaitu pentingnya inovasi dan ‎pergerakan yang dinamis," pungkasnya.


(mkl/dna)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI Jumat, 26/08/2016 07:22 WIB
    Wawancara Sekjen KKP
    Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI
    Perairan Natuna menyimpan potensi perikanan yang sangat besar. Kekayaan itu membuat nelayan dari berbagai sering mencuri ikan di wilayah ini. P
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun Jumat, 26/08/2016 18:56 WIB
    Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun
    Sri Mulyani genap berusia 54 tahun. Usianya tergolong muda untuk ukuran orang yang berkali-kali menduduki jabatan penting skala nasional dan internasional.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut