detikfinance

Nasib Energi Terbarukan di Tengah Anjloknya Harga Minyak Dunia

Muhammad Idris - detikfinance
Minggu, 31/01/2016 17:47 WIB
Nasib Energi Terbarukan di Tengah Anjloknya Harga Minyak Dunia Foto: Reuters
Jakarta -Kondisi harga minyak dunia yang terus anjlok, seharusnya tak membuat program realisasi percepatan listrik dari energi baru dan terbarukan (EBT) mandek. Selama ini, pengembangan selalu jalan di tempat, karena biaya listrik dari EBT dinilai lebih mahal ketimbang energi fosil.

Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Syamsir Abduh, saat diskusi "Nasib Listrik Energi Baru di Tengah Anjloknya Harga Minyak," di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Minggu (31/1/2016).

Seharusnya, ada atau tanpa fenomena merosotnya harga minyak dunia, penambahan listrik dari EBT harus tetap jalan. Apalagi, banyak daerah terpencil yang hanya bisa teraliri listrik dari energi non fosil seperti matahari, angin, dan mikrohidro.

"Kebijakan EBT sudah jelas di UU mengatur itu. Jangan sampai terjadi semacam kekhawatiran kalau harga minyak turun kemudian ada semacam kekhawatiran. Akhirnya listriknya nggak terbeli," kata Syamsir.

Syamsir mencontohkan, salah satu bentuk tidak konsistennya pemerintah dalam perluasan EBT adalah proyek energi dari tanaman jarak yang gagal total.

"Dari sisi instrumen harga EBT memang tak cocok di tengah rendahnya minyak. Kaya kasus tanaman jarak, karena tak ada instrumen harga, maka itu gagal sekarang. Harusnya pemerintah itu yang beli jarak. Harus ada subsidi supaya bisa tumbuh," paparnya.

Ketidakpastian harga, sementara nilai investasinya yang tinggi, kata Syamsir, membuat banyak investor kabur untuk membangun infrastruktur EBT.

"Jadi orang khawatir buat dorong energi terbarukan. Karena takut nggak terbeli, diminta tanam jarak, malah pemerintah akhirnya nggak mampu beli," tutupnya.
(drk/drk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI Jumat, 26/08/2016 07:22 WIB
    Wawancara Sekjen KKP
    Laut Natuna Akan Dipenuhi dengan Nelayan RI
    Perairan Natuna menyimpan potensi perikanan yang sangat besar. Kekayaan itu membuat nelayan dari berbagai sering mencuri ikan di wilayah ini. P
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.
  • Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun Jumat, 26/08/2016 18:56 WIB
    Doa Sri Mulyani di Hari Ulang Tahun
    Sri Mulyani genap berusia 54 tahun. Usianya tergolong muda untuk ukuran orang yang berkali-kali menduduki jabatan penting skala nasional dan internasional.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut