Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Okt 2016 16:24 WIB

BUMN Dapat Suntikan Modal Puluhan Triliun di 2 Tahun Jokowi-JK, Ini Hasilnya

Maikel Jefriando - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Selama dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi-JK, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) atau suntikan modal yang cukup besar. Untuk 2015 saja, suntikan modal yang diberikan mencapai Rp 41 triliun.

Apa hasilnya?

"Tahun 2015 PMN kita Rp 41 triliun, nah di 2015 capex (capital expenditure/belanja modal) yang kita lakukan dan terealisasi adalah Rp 219 triliun," kata Menteri BUMN Rini Soemarno dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Pada 2016, BUMN juga kembali mendapatkan suntikan modal sebesar Rp 44,38 triliun. Akan tetapi hingga sekarang belum terealisasi.

"Di 2016 kita mempunyai komitmen untuk investasi atau mengeluarkan investasi kira-kira Rp 410 triliun. memang PMN sampai sekarang belum turun, kita harapkan akhir tahun bisa turun," ujarnya.

Tahun depan, BUMN tidak lagi mendapatkan suntikan modal. Rini meyakini investasi BUMN tidak akan menurun. Justru akan naik menjadi Rp 550 triliun.

"Kita sudah berikan komitmen untuk investasi itu. Pada 2017 komitmen kita Rp 550 triliun. Ini yang sebetulnya selain dari APBN, pembangunan atau pertumbuhan ekonomi dapat dirorong oleh infrastruktur dari BUMN," terang Rini.

Investasi dari BUMN sangat penting untuk mendorong pembangunan infrastruktur di dalam negeri dan berdampak terhadap perekonomian secara keseluruhan.

"Memang ini bukan infrastruktur seperti jalan tol ataupun bandara, tapi juga elektrifikasi, jaringan transmisi, gardu induk dan tahun 2015 yang kita harapkan adalah beberapa proyek PLN juga akan diselesaikan yang power plant gas yang mobile," pungkasnya. (mkl/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com