Follow detikFinance
Jumat 17 Feb 2017, 20:42 WIB

Dikebut Setelah Mangkrak 20 Tahun, Tol Becakayu Siap Operasi Akhir 2017

Danang Sugianto - detikFinance
Dikebut Setelah Mangkrak 20 Tahun, Tol Becakayu Siap Operasi Akhir 2017 Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pemerintahan Jokowi-JK saat ini tengah mengebut proyek pembangunan jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Proyek jalan tol layang yang memiliki panjang 21,5 km itu sebelumnya pernah mangkrak selama 22 tahun.

Pada Januari 2015 proyek Jalan Tol Becakayu kembali dilanjutkan setelah mangkrak sejak 1998. Proyek jalan tol penghubung Bekasi-Jakarta itu sebelumnya digagas sejak zaman Presiden Soeharto di 1995.

Rencana pembangunan jalan tol tersebut digulirkan dengan tujuan mengurangi kemacetan di jalur Bekasi-Jakarta. Pada 1996, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga yang merupakan patungan empat perusahaan yakni PT Tirtobumi Prakarsatama, PT Citra Mandiri Sukses Sejati, PT Indadi Utama (Indadi), dan PT Remaja Bangun Kencana.

Namun saat Indonesia didera krisis moneter pada 1998 proyek ini ikut terkena imbasnya. Akhirnya proyek ini hanya menghasilkan tiang-tiang pancang yang kini telah usang.

Barulah pada 2013 Kementerian Pekerjaan Umum (PU), menggelontorkan dana Rp 350 miliar untuk membantu proses pembebasan lahan tol Becakayu. Kemudian pada Oktober 2014, PT Waskita Karya lewat anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) mengambil alih sebagian besar saham Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau pengelola Jalan Tol Becakayu PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.

Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pun mengaku heran proyek tersebut bisa mangkrak. Sebab jika dilihat dari aksesnya sebenarnya Tol Becakayu memiliki potensi keuntungan yang besar. Sebab arus kendaraan dari Bekasi menuju Jakarta sangat besar.

"Sudah mangkrak 20 tahun itu Tol Becakayu. Nah ini jalan tol yang entah kenapa bisa mangkrak. Kalau kita ambil logika teori ini enggak masuk akal. Karena tol ini menguhubungkan dari sub Jakarta yang paling padat, Bekasi langsung ke tengah kota. Proyek ini pasti untung, returnya pasti tinggi," tuturnya di Gedung Bappenas, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Dengan berbagai upaya percepatan yang dilakukan pemerintah saat ini, tol Becakayu bukan hanya dilanjutkan, tetapi juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Berdasarkan data monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), untuk seski I Tol Becakayu dengan rute Jakasampurna-Kampung Melayu sepanjang 11,5 km saat ini sudah rampung 66%. Ditargetkan rampung 100% dan bisa dipergunakan pada Desember 2017. Tol ini juga nantinya akan tersambung dengan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Tak hanya itu, hari ini PT Waskita Toll Road mendapatkan penambahan modal dari skema pembiayaan anyar yakni Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerinta (PINA). Total modal yang didapat sebesar Rp 3,5 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Taspen.

Dana tersebut guna menambah kebutuhan ekuitas perseroan. Sehingga perseroan bisa mendapatkan pinjaman untuk menjalankan proyek-proyek yang tengah dikerjakan termasuk Tol Becakayu.

Dengan cara ini, diharapkan, proyek-proyek infrastruktur bisa lebih cepat dikerjakan tanpa membebani keuangan negara. (dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed