Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Mar 2017 09:50 WIB

Laporan dari Thailand

Mengintip Pabrik Charoen Pokphand, Raksasa Peternakan dari Thailand

Michael Agustinus - detikFinance
Foto: Michael Agustinus-detikFinance Foto: Michael Agustinus-detikFinance
Nakhon Ratchasima - Charoen Pokphand, perusahaan asal Thailand, punya nama besar di industri peternakan. Bisnisnya mendunia, pabriknya ada di 15 negara, yaitu Thailand, China, Indonesia, Vietnam, Turki, India, Taiwan, Malaysia, Bangladesh, Myanmar, Kamboja, Rusia, Laos, Filipina, dan Pakistan.

Charoen merambah mulai dari hulu hingga hilir, dari produksi pakan ternak, bibit ayam, peternakan ayam broiler, ayam potong, ayam olahan, hingga minimarket.

Di bisnis pakan ternak (feedmill), Charoen Pokphand menduduki posisi nomor satu di dunia, mengalahkan perusahaan-perusahaan ternama lainnya seperti Cargill dari Amerika Serikat (AS), BRF dari Brasil, ForFarmers NV dari Belanda, Purina Animal Nutrition dari China, dan JA Zen-Noh dari Jepang.
Pabrik Charoen PokphandPabrik Charoen Pokphand Foto: Michael Agustinus-detikFinance

Produksi pakan ternak Charoen Pokphand di seluruh dunia mencapai 27,65 juta ton per tahun. Pada Kamis (16/3/2017) lalu, bersama 40 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, detikFinance berkesempatan mengunjungi salah satu pabrik pakan Charoen Pokphand di Thailand.

Pabrik ini terletak di Nakhon Ratchasima, Kabupaten Pak Thong Chai, sekitar 3,5 jam perjalanan darat dari Bangkok. Kapasitas produksinya mencapai 1,2 juta ton per tahun.
Pabrik Charoen PokphandPabrik Charoen Pokphand Foto: Michael Agustinus-detikFinance

Boleh dibilang pabrik pakan ini sangat padat modal dan teknologi, jumlah pekerjanya hanya 60 orang. Hampir semua proses sudah terkomputerisasi. Proses produksi berjalan terus selama 24 jam, para pekerja bergantian masuk dalam 3 shift.

Di depan pabrik, terlihat truk-truk pengangkut jagung berlalu lalang. Semua truk harus melalui semacam lorong yang menyemprotkan disinfektan. Ini untuk menjaga jagung yang merupakan bahan baku utama pakan supaya steril, tidak membawa virus dan bakteri dari luar.
Pabrik Charoen PokphandPabrik Charoen Pokphand Foto: Michael Agustinus-detikFinance

Setelah itu jagung diturunkan, masuk ke tempat penyimpanan (storage). Proses produksi dimulai dari penggilingan (grinding) jagung dan tapioka.

Jagung dan tapioka yang sudah digiling lalu dicampur dengan nutrisi-nutrisi (weighing) supaya gizinya cukup untuk ternak. Selanjutnya adalah proses pencampuran (mixing) dengan bahan-bahan lainnya.

Kemudian pakan diproses dalam pellet mill yang bentuknya seperti alat pengecoran raksasa untuk dibentuk menjadi pellet. Ada 3 pellet mill di pabrik ini. Pellet didinginkan di cooler, melalui proses pemeriksaan (screening) sebelum didistribusikan.

"Produk kami penuh nutrisi dan aman dikonsumsi untuk ternak," kata Senior Plant Executive Charoen Pokphand Food Feedmill, Sirilak Chamsoemphrai, saat menjelaskan proses produksi.
Pabrik Charoen PokphandPabrik Charoen Pokphand Foto: Michael Agustinus-detikFinance

Sebelum keluar dari pabrik, pakan kembali disemprot disinfektan untuk memastikan kehigienisan produk.

Bagaimana Charoen bisa menjadi pemain terbesar di industri pakan ternak?

Sirilak menjawab bahwa dengan riset yang handal dan terus menerus dilakukan, Charoen berhasil membuat formulasi paling bergizi dan murah untuk pakan ternak. Kuncinya adalah riset dan pengembangan.

"Reasonable price and the best nutrition. Ini berkat pengalaman tim kami di formulation centre," tukasnya.
Pabrik Charoen PokphandPabrik Charoen Pokphand Foto: Michael Agustinus-detikFinance

Pabrik Ayam Olahan Charoen Pokphand

Perjalanan berlanjut ke pabrik ayam olahan Charoen. Masih di kota yang sama, kurang lebih 20 menit dari pabrik feedmill. Pabrik ini memproduksi ayam potong, ayam fillet, dan produk olahan seperti nugget yang siap dipasarkan.

Setiap jam, 3.000 ekor ayam dipotong di pabrik ini. Pekerjanya ada 9.000 orang, mulai dari bagian penyembelihan, pemotongan, pengolahan, hingga pengemasan.

Tak semua pekerja orang Thailand, dari 9.000 pekerja itu ada 2.000 orang dari Kamboja. Nakhon Ratchasima yang berada di Thailand bagian utara memang tak jauh dari Kamboja, sekitar 3 jam perjalanan darat.

Penyembelihan ayam di pabrik ini sudah dilakukan menurut Syariat Islam. Charoen sudah mengantongi sertifikat dari majelis ulama di Thailand semacam MUI di Indonesia.

Di sini, ayam-ayam diturunkan dan digantung terbalik dengan kaki di atas lalu disembelih satu per satu. Setelah itu para pekerja memisahkan ayam per bagian, ada bagian dada, paha, sayap.
Pabrik Charoen PokphandPabrik Charoen Pokphand Foto: Michael Agustinus-detikFinance

Ada ayam yang langsung dikemas dalam bentuk ayam potong untuk langsung dijual di pasar swalayan. Ada juga yang diproses lebih lanjut.

Ayam yang diolah dibumbui terlebih dulu di mesin untuk mixing, diberi tepung, lalu digoreng. Setelah digoreng, ayam dibekukan menjadi nugget. Lalu dikemas dan siap dijual.

"Produk olahan kami sudah diekspor ke Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Sri Lanka, Nepal, Singapura, Bangladesh, Kuwait, Bahrain, Afrika Selatan, Jerman, Prancis, Belgia, Belanda, Inggris, Denmark, Islandia, dan Kanada," kata Department Manager of Customer Relation Charoen Pokphand Food Public Company Limited, Hanat Natpantapop. (mca/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed