Follow detikFinance
Selasa 16 May 2017, 10:39 WIB

Pengusaha Was-was Aksi Berburu Petugas Pajak

Hendra Kusuma - detikFinance
Pengusaha Was-was Aksi Berburu Petugas Pajak Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, pemeriksaan dan penagihan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) tidak tepat. Apalagi disebutkan potensi target penerimaan sebesar Rp 45 triliun.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (16/5/2017).

"Inikan enggak pas, apalagi ditargetkan pemeriksaan targetnya Rp 45 triliun, nanti yang ada malah cari kesalahan orang, masalah pemeriksaan enggak gitu juga caranya, karena dengan begitu nanti kan itu target namanya target kan harus tercapai, nanti yang ada menyalah gunakan kewenangan dengan nyari-nyari kesalahan orang, itu sebetulnya tidak tepat jika ditarget, karena Rp 45 triliun itu banyak," kata dia.



Menurut Hariyadi, paska diimplementasikan program pengampunan pajak, tingkat kepercayaan para wajib pajak terhadap Ditjen Pajak tengah dalam posisi yang baik. Oleh karenanya, sebaiknya Ditjen Pajak tidak perlu melakukan hal-hal yang mampu melunturkan tingkat kepercayaan masyarakat.

"Menurut saya sebaik pemeriksaan itu jangan diberikan target, kalau memang ada pelanggaran, ada denda itu tidak apa-apa, tapi kalau ditarget maka WP melihatnya itu melemahkan kepercayaan, jadi seperti cari-cari kesalahan," jelasnya.



Pemeriksaan dan penagihan yang dilakukan oleh Ditjen Pajak kepada WP yang ikut tax amnesty maupun tidak ikut. Khusus yang ikut tax amnesty, maka laporan harta periode 2015 ke bawah sudah tidak berhak diperiksa, melainkan hanya data periode 2016 ke depan.

Meskipun pemeriksaan hanya dilakukan untuk periode pajak 2016 ke depan, Hariyadi menilai, program tersebut tidak tepat, apalagi memiliki target penerimaan yang cukup tinggi.

"Artinya itu enggak pas, tapi bukan saya enggak setuju pemeriksaan, pemeriksaan tetap jalan, tapi jangan ditarget. Kalau ditarget pasti cari-cari kesalahan, namanya pajak pasti akan dicari," ungkapnya.



Selain itu, Hariyadi mengungkapkan, pemeriksaan dan penagihan dengan target penerimaannya sebesar Rp 45 triliun juga membuat banyak tujuan bagi Ditjen Pajak.

"Berarti kan tujuannya cari uji kepatuhan, kalau ditargetkan tujuannya cari uang bukan cari uji kepatuhan," tukasnya.

(mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed