Follow detikFinance
Jumat 19 May 2017, 18:48 WIB

Risiko Fiskal Turun Berkat Sri Mulyani, RI Raih Investment Grade

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Risiko Fiskal Turun Berkat Sri Mulyani, RI Raih Investment Grade Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah Indonesia akhirnya mendapat peringkat investment grade atau kelayakan investasi, dari lembaga internasional Standard and Poor's (S&P). Apa saja hal yang mendorong RI dapat peringkat tersebut?

"Apa yg menjadi alasan mereka menaikkan peringkat utang kita, sebenarnya dari judulnya sudah jelas yaitu turunnya risiko fiskal," kata Ekonom INDEF, Dzulfian Syafrian, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/5/2017).

Risiko fiskal ini bisa turun, kata Dzulfian, setelah masuknya Sri Mulyani Indrawati menjadi Menteri Keuangan (Menkeu). Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu langsung memangkas banyak anggaran yang tak perlu setelah jadi Menkeu.

"Beliau (Sri Mulyani) langsung potong-potong anggaran yang tidak perlu, pasang target yang jauh lebih realistis, dan optimisme dari internal kemenkeu, Indonesia dan kepercayaan dunia internasional juga naik akibat track record beliau yang mumpuni," jelasnya.

Menurutnya, risiko fiskal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya tidak akan memburuk jika Pemerintah Jokowi-JK memasang target yang lebih realistis, khususnya dalam hal penerimaan negara.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kita tahu permasalahan utama fiskal kita adalah shortfall anggaran-kondisi di mana target penerimaan meleset jauh dari realisasi," ujarnya.

Ia menambahkan, melesetnya target penerimaan ini utamanya karena sikap 'keras kepala' Jokowi yang ngotot mau menggenjot penerimaan negara.

"Padahal realitas ekonomi tidak semudah itu. Penerimaan perpajakan kita cenderung stagnan dan faktor eksternal yang tidak mendukung yaitu jatuhnya harga minyak sehingga berpengaruh terhadap penerimaan negara dari sektor migas," imbuhnya.

Oleh karena itu, tambah Dzulfian, jika dari awal Pemerintah tidak menetapkan target-target penerimaan yang tinggi, mungkin S&P telah menaikkan peringkat utang RI dari beberapa tahun sebelumnya.

"Tapi, yang jelas kenaikan peringkat ini merupakan kabar gembira untuk kita semua. Kenaikan peringkat utang ini dapat menjadi poin positif bagi Indonesia untuk menarik investasi karena para investor melihat ada perbaikan fundamental dalam perekonomian kita," jelasnya. (ang/mkl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed