Follow detikFinance
Sabtu 20 May 2017, 10:05 WIB

Sri Mulyani Tuangkan Kebahagiaan di Atas Kertas

Hendra Kusuma - detikFinance
Sri Mulyani Tuangkan Kebahagiaan di Atas Kertas Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menuangkan kebahagiannya melalui tulisan di atas kertas. Kali ini, kebahagiaan tersebut dikarenakan hasil Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2016 diberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan selanjutnya Indonesia yang mendapat rating menjadi investment grade dari lembaga pemeringkat S&P.

Kedua berita tersebut tidak mampu dipendam oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Melalui tulisannya, dia mengucapkan terimakasih, penghargaan dan apresiasi yang tidak terhingga kepada semua pihak yang terlibat atas dua pencapaian tersebut.

LKPP tahun 2016 yang mendapat opini WTP menjadi yang pertama kali didapat pemerintah setelah 12 tahun atau sejak 2004 yang hanya mendapat Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Begitu juga rating dari S&P menjadi investment grade yang ditunngu sejak 2011.

Ucapan terima kasih Sri Mulyani dipersembahkan langsung untuk segenap jajaran Kementerian Keuangan atas hasil kerja keras, ketekunan, ketelitian, dedikasi dan kesetiaannya untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Tidak lupa juga, Dia mengucapkan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas dukungannya kepada Kementerian Keuangan untuk pengelolaan keuangan negara yang bersih dan akuntabel.

Lalu, ucapan terima kasih juga ditujukan kepada BPK-RI yang menjadi partner andal dalam membangun keuangan negara yang bertanggung jawab dan transparan. Serta, tidak lupa juga diucapkan rasa terima kasih kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menjalankan hak budget untuk kesejahteraan rakyat.

Berikut isi tulisan Sri Mulyani

Jakarta, 19/5/2017
Teruntuk: Seluruh Jajaran Kementerian Keuangan yang saya sayangi dan banggakan.

Hari ini ada dua berita gembira untuk Indonesia, pertama kali sejak Republik Indonesia menyusun laporan keuangan & pertanggungjawaban APBN 12 tahun lalu, pemerintah memperoleh opini WTP oleh BPK-RI. Dan Indonesia mendapat peningkatan rating menjadi invesment grade oleh S&P, kenaikan sejak 2011.

Prestasi baik ini adalah hasil kerja keras, ketekunan, ketelitian, dedikasi dan kesetiaan anda semua untuk membangun Indonesia lebih baik. LUAR BIASA!! Perjalan yang kita mulai 12 tahun lalu (2004) dengan mulai menyusun neraca dan menyusun laporan keuangan pemerintah pusat dari cash basis menuju sistem accrual, sungguh tidak mudah - namun hari ini kita mencapai opini tertinggi - WTP !!

Mari kita gunakan capaian ini untuk terus menjaga, mengelola, membangun dan mempertanggungjawabkan keuangan negara secara makin baik. Keuangan negara adalah milik rakyat, dari rakyat dan sudah seharusnya hanya untuk rakyat, untuk membangun kesejahteraan rakyat secara adil.

Menjadi pengelola dan penjaga keuangan negara yang amanah, profesional, kompeten dan akuntabel adalah suatu kewajiban dan pengabdian yang sangat membanggakan, suatu kebahagiaan yang tidak terbeli.

Jaga sikap pengabdian dan sikap amanah anda semua, sesuai semangat Hari Kebangkitan Nasional yang besok kita akan peringati.

Terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi atas dukungan beliau kepada Kemenkeu untuk pengelolaan keuangan negara yang bersih dan akuntabel. Terima kasih juga untuk BPK-RI yang menjadi partner handal dalam membangun keuangan negara yang bertanggung jawab dan transparan. Juga untuk DPR-RI yang menjalankan hak budget untuk kesejahteraan rakyat.

Jajaran Kemenkeu, perjalanan kita untuk membangun Indonesia adil, beradab, dan sejahtera serta bermartabat akan terasa ringan apabila kita bersatu dan bekerjasama dalam kebaikan dan kemajuan.

Mari kita bangun jiwanya, bangun badannya untuk INDONESIA RAYA.

Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Tuangkan Kebahagian di Atas KertasFoto: Dok. Facebook Sri Mulyani

Sri Mulyani Tuangkan Kebahagian di Atas KertasFoto: Dok. Facebook Sri Mulyani
(ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed