Follow detikFinance
Rabu 14 Jun 2017, 21:18 WIB

Gencar Bangun Tol Ribuan Kilometer, Apa Alasan Jokowi?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Gencar Bangun Tol Ribuan Kilometer, Apa Alasan Jokowi? Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) gencar membangun jalan tol. Contohnya, tol Trans Jawa yang sempat mandek dikebut, tol dari Lampung hingga Aceh dibangun lewat program Trans Sumatera, serta pembangunan tol Kalimantan dan Manado-Bitung di Sulawesi Utara. Bahkan, target Jokowi Indonesia akan punya 1.000 km tol di 2019 nanti.

Lantas apa sebenarnya alasan Jokowi gencar membangun jalan bebas hambatan dengan jumlah sebanyak itu?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menjelaskan, pemerintah sejatinya hanya ingin mengejar ketertinggalan yang selama ini dirasa sudah tertinggal jauh, khususnya di bidang infrastruktur.

Ketertinggalan di bidang infrastruktur membuat peringkat Indonesia untuk menjadi tujuan investasi masih kalah dibanding negara-negara lainnya, bahkan di wilayah regional Asia Tenggara.

"Jadi apa yang dikerjakan ini hanya supaya kebutuhannya tercukupi. Ini kita sekarang hanya mengejar ketertinggalan infrastruktur. Mempercepat. Kita hanya mau mengejar supaya sama saja," katanya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

"Kalau dilihat indeks kompetitif kita, itu masih di bawah. Kita sangat tertinggal. Misalnya kita butuh 100, sekarang cuma dapat 80. Kan kelihatan itu macet dimana-mana, karena ketersediaannya belum mencukupi," tambahnya.

[Gambas:Video 20detik]

Seperti diketahui, dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK, sekitar 176 kilometer jalan tol telah beroperasi dan diperkirakan ada tambahan 392 km jalan tol lagi yang beroperasi hingga akhir 2017 nanti. Capaian ini jauh lebih banyak dibanding pemerintahan Presiden Soeharto selama 32 tahun yang jumlahnya 490 km.

Adanya tambahan jalan tol sebagai upaya membangun konektivitas dipercaya bisa membawa multiplier effect yang akhirnya akan meningkatkan daya saing Indonesia.

"Apa yang kita lakukan hanya untuk memenuhi itu. Kelihatannya mau cepat-cepat, tapi kan kurang terus. Nanti ini jalur utara selesai, masih kurang. Ingin yang selatan juga. Setelah itu nanti sirip-siripnya lagi. Itu akan kejar-kejaran terus," tukas dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed