Follow detikFinance
Jumat 16 Jun 2017, 22:55 WIB

Daging Kerbau India di Malaysia Lebih Murah dari RI, Kok Bisa?

Muhammad Idris - detikFinance
Daging Kerbau India di Malaysia Lebih Murah dari RI, Kok Bisa? Foto: detikFinance/Perum Bulog
Jakarta - Pemerintah menugasi Perum Bulog untuk mengimpor daging kerbau asal India. Daging dalam bentuk beku tersebut diharapkan bisa menjadi alternatif selain daging sapi segar yang harganya di atas Rp 100.000/kg.

Daging kerbau tersebut dijual dengan harga maksimal Rp 80.000/kg. Tapi, di pasar, pedagang menjual di kisaran Rp 90.000-100.000/kg.

Harga tersebut jauh lebih mahal ketimbang Malaysia, yang juga sama-sama mengimpor dari India. Daging kerbau India di Negeri Jiran dibanderol Rp 50.000-60.000/kg.

Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti, mengatakan Indonesia dan Malaysia punya karakteristik yang berbeda dalam biaya tata niaga. Malaysia lebih efisien mendatangkan daging kerbau dari India.

"Kemudian apakah daging kerbau di Malaysia lebih murah. Agak sulit dan panjang menjawabnya. Kami enggak boleh beli lebih mahal dari yang dibeli Malaysia, tapi kami enggak punya kapasitas untuk ongkos-ongkos yang di luar kami. Ada ongkos bunga, ongkos cold storage, pajak-pajak, pelabuhan, dan banyak lagi yang di luar kapasitas kami," ujar Djarot di kantor Bulog, Jumat (16/6/2017).


"Jadi kalau dibandingkan dengan (harga daging kerbau) Malaysia itu rumit. Malaysia impor daging kerbau hanya bayar tertentu saja di pelabuhan. Di sini per jam berapa ada bayarnya, jadi ini mempengaruhi harga pokok," imbuhnya.

Dia menjamin, lebih mahalnya daging kerbau di Indonesia bukan karena Bulog membeli lebih mahal dibandingkan Malaysia.

"Buka saja invoice punya Malaysia dan punya kita. Berapa harga di sini, berapa harga di Malaysia. Ini yang menurut saya bisa head to head. Dari harga langsung, menurut saya tidak apple to apple," jelas Djarot. (idr/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed